Berita Semarang
Buruh Stres Sering Terdampak Rob Semarang Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas
Banjir dan rob Semarang yang kerap melanda kawasan Pelabuhan Tanjung Emas membuat buruh stres, satu di antara buruh stres adalah karyawati di PT Glory
Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
Ratusan buruh pabrik yang keluar akibat banjir rob terjadi dimulai di tahun 2021. Gelombang resign semakin besar saat terjadi tanggul jebol pada 23 Mei 2022.
"Yang keluar dari pabrik tidak hanya ada satu dua tapi ratusan, sudah ada databasenya di tempat kami," kata Koordinator DPP Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan-Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (FSPIP KASBI) Karmanto.
Menurutnya, ratusan buruh itu keluar sebab stres lantaran banjir rob tak berkesudahan. Mereka banyak mengeluarkan biaya tak seharusnya seperti harus memperbaiki motor maupun biaya akibat rob sehingga memilih keluar.
Apalagi, bekerja di kawasan itu tak memiliki jaminan pekerja akan aman bebas dari musibah rob.
"Banjir rob sudah sering terjadi. Saya sudah kerja di Lamicitra selama 13 tahun dan sering terjadi rob," terangnya.
Ia menjelaskan, para pekerja yang resign berusia di bawah 30 tahun. Mereka memilih keluar kerja di pabrik karena pertimbangan usia yang masih terbilang muda sehingga berpotensi ada peluang lain di luar.
"Sebaliknya buruh usia tua di atas 40 tahun seperti saya mau tidak mau tetap bertahan," tandasnya. (iwn/TRIBUN JATENG CETAK)