Berita Demak
Wacana Tanggul Laut Membentang 15 Km, Bupati Demak: Untuk Atasi Permasalah Rob
Dalam rangka mengatasi daerah Abrasi di Kabupaten Demak, Pemerintah melalui Kementerian PUPR berencana untuk membuat tanggul laut
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Dalam rangka mengatasi daerah Abrasi di Kabupaten Demak, Pemerintah melalui Kementerian PUPR berencana untuk membuat tanggul laut.
Hal itu diuraikan oleh Bupati Demak, Eisti'anah, usai menerima kunjungan kerja Dirjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR di Sayung Demak, Selasa (21/6/2022).
"Tadi kita usulkan untuk membuat tanggul laut, kita punya jalan Kabupaten yang akan kita hidupkan lagi dan nantinya akan menjadi tanggul laut sekaligus daerah-daerah yang ada di dalamnya," urainya.
Tanggul laut tersebut, diperkirakan panjang sekitar 15 km yang menghubungkan empat kecamatan terdampak rob, yakni Sayung, Karangtengah, Bonang dan Wedung.
"Kita berusaha untuk menyajikan daerah mana saja yang terdampak, semoga terealisasi. Tadi sudah dihitung-hitung tetapi secara rincinya belum, semoga di tahun 2023 bisa terealisasi," katanya.
Dari hitungan kasar yang dilakukan, akan memakan anggaran sebesar Rp 150 Miliar.
"Secara rincinya belum, DID-nya juga belum dibuat. Nanti kalau sudah rinci baru kami bisa bicara, jadi ini hitung-hitungan kasar dan pandangan sementara," ungkapnya.
Selama ini dalam penanganan rob tersebut, pihak Pemkab Demak telah menganggarkan anggaran peninggian jalan.
Namun hanya dalam hitungan satu atau dua tahun, jalan tersebut kembali terendam.
"Jadi memang kita terkendala, sering sekali kita bangun jalan atau tinggikan jalan dengan anggaran yang besar namun selisih satu atau dua tahun sudah tenggelam," terangnya.
Sementara itu, Abdul Malik, Direktur Pengairan dan Irigasi, menambahkan akan membantu mulai dari periode desainnya.
"Tentu karena skala permasalahan sudah menahun, kita harus berhati-hati dalam mendesainya dan melakukan sesuatu yang cost efective," jelasnya.
Ia berharap, semoga saja periode desainnya bisa usai pada tahun 2023.
"Dan nantinya beberapa yang daerah kritis bisa ditangani pada tahun berikutnya. Mudah-mudahan dengan dukungan kerja sama, dari Pemkab Demak, Pemprov Jateng, Kementerian PUPR bersama Bappenas juga akan kita tangani aksinya di sini," katanya.
Dampak dari rob di Demak, juga masuk dalam fokus perhatian nasional.
"Ini bagian dari Pengendalian Terpadu Pantai Utara Jawa, sehingga ini menjadi fokus perhatian nasional," urainya.
Terkait desain tanggul laut, pihaknya memilih memanfaatkan trase jalan Kabupaten Demak untuk menjadi tanggul.
"Karena di sini banyak pemilikan tanah, untuk mempercepat kita gunakan trase-trase milik Pemkab Demak yang sebisa mungkin sudah memiliki pemerintah," ucapnya. (rad)