Berita Semarang

Disperindag Jateng Masih Tunggu Surat Edaran Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi

Kepala Disperindag Jateng, Arif Sambodo menyatakan, saat ini sosialisasi pebelian minyak goreng curah menggunakan aplikasi PeduliLindungi belum dilaku

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Tampak seorang pekerja sedang melakukan pengisian minyak goreng curah di toko grosir minyak goreng curah jalan Pedamaran Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, Arif Sambodo menyatakan, saat ini sosialisasi pebelian minyak goreng curah menggunakan aplikasi PeduliLindungi belum dilakukan di Jateng.

Menurut dia, pihaknya masih menunggu Surat Edaran (SE) resmi dari pemerintah pusat terkait dengan teknis dan regulasinya.

"(Soal syarat menunjukkan aplikasi PeduliLindungi untuk membeli minyak goreng curah) PeduliLindungi belum ada surat edarannya, belum ada petunjuknya. Jadi masih beli seperti biasa," katanya, dihubungi Tribun Jateng, Senin (27/6).

Baca juga: Penerapan PeduliLindungi untuk Beli Minyak Goreng Menyulitkan, Nenek Pasti Tidak Bisa

Arif menuturkan, syarat membeli minyak goreng menggunakan aplikasi PeduliLindungi sejauh ini masih diterapkan di pusat-pusat perbelanjaan.

Syarat tersebut merupakan syarat umum untuk memasuki pusat perbelanjaan. Sedangkan syarat khusus untuk membeli minyak goreng curah saat ini belum berlaku di seluruh Jawa Tengah.

"Kalau pakai PeduliLindungi, masuknya ke Supermarket. (Untuk membeli minyak goreng curah) belum ada petunjuk. (Disperindag) se-Nasional masih menunggu semuanya," ujarnya.

Sementara terkait dengan stok minyak goreng curah maupun kemasan di Jateng, Arif mengungkapkan, sejauh ini kondisinya aman. Termasuk untuk menyambut Hari Raya Iduladha, ia memastikan stok masih memenuhi.

"Pasokan minyak goreng (jelang Iduladha-Red) aman, aman banget. Bisa dicek di pasar-pasar, di mal-mal, aman," tandasnya.

Begitu pula dengan bahan pokok lain, menurut Arif, akan dipastikan harga terkendali menjelang Iduladha 2022.

"(Cabai dan lain-lain-Red) sementara semuanya aman, karena Iduladha tidak seperti Idulfitri yang umumnya orang mencari, tapi (saat Idul Adha) menerima. Kurban yang dicari kambing hidup, yang disembelih, kemudian dibagi-bagikan. Jadi tidak ada kenaikan harga daging atau apapun. Aman semuanya," terangnya. (idy/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved