PeduliLindungi

Banyak Pedagang Minyak Goreng Curah Pasar Banyumas Masih Gaptek Aplikasi PeduliLindungi

Wawancara sejumlah pedagang minyak goreng curah di Pasar Banyumas yang kebanyakan tidak tahu penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribunjateng.com/Imah Masitoh
Pedagang minyak goreng curah di pasar Banyumas saat diwawancara mengenai penggunaan aplikasi Peduli Lindungi untuk membeli minyak goreng curah, Rabu (29/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Masa sosialisasi penggunaan aplikasi Peduli Lindungi atau NIK KTP untuk membeli Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) sudah dimulai hari Senin kemarin (27/6/2022). 

Namun belum banyak orang yang tahu mengenai aturan yang baru ini.

Sejumlah pedagang di pasar Banyumas mengaku belum mendapatkan informasi resmi dari pihak yang berwenang. 

Baca juga: Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi Peduli Lindungi, Masyarakat Belum Tahu Penggunaannya

Satu di antara pengujung pusat perbelanjaan di Kota Semarang, mengenakan masker dan melakukan scanning barcode PeduliLindungi sebelum memasuki pusat perbelanjaan, Rabu (18/5/2022).
Satu di antara pengujung pusat perbelanjaan di Kota Semarang, mengenakan masker dan melakukan scanning barcode PeduliLindungi sebelum memasuki pusat perbelanjaan, Rabu (18/5/2022). (TribunJateng.com/Budi Susanto)

Pedagang di Pasar Banyumas masih menjual minyak goreng curah seperti biasanya tanpa menggunakan aplikasi Peduli Lindungi ataupun NIK. 

"Belum tahu, kita yang ada di sini masih menjual seperti biasa," kata Siti penjual minyak goreng curah di Pasar Banyumas, Rabu (29/6/2022). 

Respon penjual terkait dengan hal ini merasa keberatan bila harus menggunakan aplikasi Peduli Lindungi maupun NIK nantinya. 

"Sepertinya bakalan ribed. Ngga setuju terlalu menyusahkan nantinya pasti," ungkapnya. 

Menurut Mardiyah (52) salah satu penjual minyak goreng curah di Pasar Banyumas menolak bila harus menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. 

Kendala yang pasti akan dialami bila pembelian minyak goreng curah menggunakan aplikasi Peduli Lindungi ialah tidak mahirnya dalam mengoperasikan teknologi sekarang. 

Hingga saat ini belum ada sosialisasi kepada masyarakat khusus pedagang di pasar Banyumas perihal penggunaan aplikasi ini untuk membeli minyak goreng curah. 

"Kebanyakan penjual kan sudah berusia tua, tidak paham mengenai teknologi sekarang. Pegang HP paling cuma buat kepentingan biasa kaya SMS, telefon," ungkapnya. 

Sejumlah pedagang lainnyapun mengaku tidak memegang HP dengan spek baik untuk dapat menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. 

"Saya tidak punya HP yang bagus, yang bisa buat itu, masa harus beli dulu buat jual minyak goreng," ucap Nani pedagang minyak curah di Pasar Banyumas. 

Sejumlah pedagang juga mengaku tidak ingin terlalu ribed dalam menjual minyak goreng nantinya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved