Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Bupati Haryanto Sarankan Peternak Pati Bikin Ramuan Herbal, Cara Sederhana Cegah Penularan PMK

Disamping vaksinasi untuk pencegahan penularan, peternak juga bisa melakukan penanganan mandiri terhadap ternak yang sakit.

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Saat Bupati Pati Haryanto beserta rombongan meninjau pelaksanaan suntik vaksin PMK di kandang sapi milik Sukemi, warga Desa Purwokerto Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Kamis (30/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Haryanto menyebut, dari jatah 4 ribu vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) yang didapat Pemkab Pati, sekira 1.200 di antaranya sudah disuntikkan ke hewan ternak.

Hal itu dia katakan saat meninjau pelaksanaan suntik vaksin PMK di kandang milik warga Desa Purwokerto, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Kamis (30/6/2022).

Bersama Asisten II Sekda Kabupaten Pati, Pujo Winarno dan Kepala Dispertan Kabupaten Pati, Nikentri Meiningrum, Haryanto juga meninjau suntik vaksin PMK di Desa Sumbersari.

Baca juga: Vaksin PMK Mulai Disuntikkan di Pati, Bupati Minta Warga Tak Khawatir Berlebihan

Baca juga: Wabup Pati Safin Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang Desa Tunjungrejo

"Dari 4.000 vaksin, sudah sekira 1.200 disuntikkan."

"Akan selesai dalam 2-3 hari."

"Ternak yang sehat juga sudah diberi vitamin untuk mencegah tertular PMK," kata Haryanto kepada Tribunjateng.com, Kamis (30/6/2022).

Sebelum meninjau suntik vaksin PMK di wilayah Kecamatan Kayen, dia juga melakukan peninjauan di wilayah Kecamatan Pucakwangi dan Jakenan.

"Alhamdulillah di Kecamatan Kayen tidak banyak kasus PMK."

"Mudah-mudahan tidak berkembang," kata dia.

Haryanto berharap, wabah PMK segera teratasi dengan adanya vaksin.

Disamping vaksinasi untuk pencegahan penularan, peternak juga bisa melakukan penanganan mandiri terhadap ternak yang sakit.

"Yang sakit dan belum tervaksin, ada ramuan herbal yang bisa dibuat sendiri dari kunir, jahe, dan madu."

"Ada obat-obat yang diramu tersendiri untuk mengantisipasi," kata dia.

Hal terpenting, menurut Haryanto, jangan sampai para peternak terlalu khawatir sehingga mudah ditakut-takuti untuk menjual hewan ternaknya dengan harga terlalu murah.

"Kasihan kalau seperti itu."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved