Berita Pekalongan
Berlibur di Museum Batik Pekalongan, Menikmati Koleksi Tertua, Bisa Belajar Membatik Juga
Menikmati akhir pekan atau libur sekolah kurang lengkap jika tidak mengunjungi tempat wisata
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muslimah
Dulunya masih bangunan kecil yang berada di Taman Hiburan Rakyat, lokasi saat ini menjadi Monumen Djoeang 45.
Lalu pindah di sekitar Jalan Majapahit.
Terakhir hingga saat ini, berada di Kawasan Kota Tua Jetayu, Kota Pekalongan.
Gedung yang saat ini digunakan dulunya adalah kantor keuangan pabrik gula di masa pemerintahan kolonial Belanda.
"Gedung yang saat ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 12 Juli 2006. Harapannya untuk bisa menampung dan memfasilitasi layaknya sebuah museum," ungkapnya.
Seorang pengunjung, Heni (57) mengatakan, ia menyengaja datang bersama teman-temannya yang merupakan pecinta kain wastra nusantara.
Ada yang datang dari Jakarta dan Surabaya.
Ia menilai, koleksi batik yang berada di museum sangat menarik.
Karena banyak koleksi batik-batik tua nusantara.
Tetapi menurutnya, pengelola perlu memperhatikan lagi koleksi batik-batik tua dengan menutup menggunakan kaca.
Sehingga batik tersebut akan terjamin keawetannya.
"Akan lebih bagus kalau koleksi yang sudah tua jangan dibiarkan. Harusnya tidak boleh disentuh, takutnya tambah rusak. Supaya tetap awet," ungkapnya.
Sebagai informasi, Musem Batik Pekalongan buka setiap hari, pukul 08.00- 15.00 WIB.
Harga tiket untuk anak-anak/ pelajar Rp 3.000, orang dewasa Rp 7.000, dan wisatawan asing Rp 20.000. (fba)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Pengunjung-sedang-Pekalongan-Kamis-3062022.jpg)