Berita Kendal

Komisi D DPRD Kendal Dorong Lulusan SMK Punya Soft Skill Industri

Ketua Komisi D DPRD Kendal menyayangkan minimnya soft skill lulusan SMK Kendal.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar SMK Swasta se-Kabupaten Kendal, Selasa (5/7/2022) di ruang paripurna DPRD Kendal. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Ketua Komisi D DPRD Kendal, Mahfud Sodiq menyayangkan minimnya soft skill lulusan SMK Kendal yang selaras dengan kebutuhan industri.

Katanya, hal ini harus menjadi perhatian lebih guna merumuskan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan.

Mahfud menegaskan, kurikulum baru yang diterapkan di jenjang pendidikan SMK diharapkan bisa melahirkan lulusan yang bersaing dengan lulusan sekolah lainnya.

Dengan itu, SMK bisa menjawab tantangan perkembangan zaman, dan berperan dalam menekan angka pengangguran daerah. 

"Kami mendorong penuh lulusan SMK punya soft skill yang dibutuhkan perusahaan. Apalagi, saat ini masanya generasi Z yang familiar dengan gudget, harus dimanfaatkan untuk membuka inspirasi program kerja," terangnya dalam kegiatan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar SMK Swasta se-Kabupaten Kendal, Selasa (5/7/2022).

Selain soft skill, Mahfud menyebut, lulusan SMK Kendal belum maksimal terserap di perusahaan-perusahaan Kawasan Industri Kendal (KIK) karena keterbatasan alat praktek di sekolah atau Balai Latihan Kerja (BLK). Sehingga, skill yang dimiliki belum cukup memenuhi kebutuhan perusahaan. 

Kata dia, siswa lulusan SMK di Kabupaten Kendal seharusnya memiliki peluang besar dalam dunia kerja di KIK. Utamanya beberapa perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan besar-besaran, seperti PT Eclat Textile International yang membutuhkan ribuan tenaga kerja.

Mahfud berharap, kurikulum merdeka yang akan diterapkan di jenjang pendidikan SMK swasta di Kabupaten Kendal bisa memenuhi kriteria perusahaan yang ada.

Dia juga meminta agar siswa-siswi SMK dapat meningkatkan soft skill masing-masing untuk persiapan terjun ke dunia kerja.

"Saat ini lulusan SMK belum mampu memenuhi kualitas SDM secara kriteria dan skill. Karena kendalanya ada di alat praktek yang digunakan. Jadi berbeda dengan yang di pabrik, it
tu menjadi PR kita," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah XIII, Ernest Ceti Septyanti mengatakan, penerapan kurikulum merdeka belajar di kalangan SMK swasta diharapkan bisa membuat tenaga pendidik lebih kreatif dan inovatif.

Katanya, supaya lulusan SMK negeri atau swasta di Kabupaten Kendal bisa bersaing dan bisa mengisi lapangan pekerjaan yang tersedia.

Ernes meminta, supaya guru di SMK tidak melulu memberikan pembelajaran hardskill saja. Juga memberi pelatihan soft skill untuk bekal siswa setelah lulus nanti.

"Soft skill harus diperhatikan oleh guru SMK. Karena selama ini banyak keluhan perusahaan terkait soft skill lulusan SMK yang belum memadai," tegas dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved