Berita Pekalongan

Perkuat Pengawasan Orang Asing, Kantor Imigrasi Pemalang Gelar Rapat Timpora Kota Pekalongan

Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang kembali gelar persiapan pengawasan orang asing.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang, Jawa Tengah, kembali menggelar persiapan pengawasan orang asing atau warga negara asing yang tinggal dan berkegiatan di wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Kota Pekalongan.

Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) Kota Pekalongan diselenggarakan di Hotel Santika Pekalongan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penguatan koordinasi anggota Tim PORA terhadap keberadaan dan kegiatan warga negara asing di Kota Batik.

Kepala Kantor Imigrasi Pemalang Arvin Gumilang mengatakan, ada dua jenis pengawasan yang akan dilakukan seperti administrasi dan pengecekan berkas maupun dokumen serta pengawasan secara fisik yang dilakukan dengan cara mendatangi langsung ke tempat yang menjadi konsentrasi keberadaan orang asing.

"Rapat Tim PORA ini menjadi rapat yang rutin untuk mengetahui dan memastikan keberadaan orang asing apakah kegiatannya sesuai dengan ijin yang diberikan," kata Kepala Kantor Imigrasi Pemalang Arvin Gumilang, Kamis (7/7/2022).

Dari catatan Kantor Imigrasi Pemalang warga asing yang berada di Kota Pekalongan itu ada 142 orang asing.

"Sebanyak 142 orang asing itu di antaranya 111 orang berkegiatan sebagai pekerja, sedangkan sisanya urusan rumah tangga atau perkawinan dengan warga sekitar," imbuhnya.

Kemudian, hasil dari rapat ini akan dilakukan operasi gabungan terkait orang asing di wilayah Kota Pekalongan.

"Jadi, rapat koordinasi ini adalah sebagai wadah untuk bersinergi dan berkoordinasi untuk menjaga wilayah Kota Pekalongan ini dari kegiatan orang asing," ucapnya.

Arvin menjelaskan, banyaknya warga asing tak jarang memunculkan pelanggaran seperti over stay atau penyalahgunaan izin tinggal, sehingga di 2022 kantor Imigrasi Pemalang mencatat melakukan satu penindakan kepada orang asing.

"Tentunya kita melakukan pendalaman sesuai dengan ketentuan kesalahan warga asing tersebut seperti apa."

"Ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu, tindakan administratif keimigrasian bisa berupa pendeteksian atau menempatkan di tempat tertentu atau bisa melakukan deportasi," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved