Berita Kebumen

Kronologi Mobil Terbakar di SPBU Gombong Kebumen, Bermula dari Sopir Menghidupkan Mesin saat Isi BBM

Polisi menjelaskan kronologi sebuah mobil terbakar di SPBU Wero, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Editor: rival al manaf
IG Temanggungzone
Ilustrasi mobil terbakar 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Polisi menjelaskan kronologi sebuah mobil terbakar di SPBU Wero, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Sebelumnya peristiwa itu sempat viral di media sosial dan menghebohkan warganet.

Kini setelah polisi memberikan kronologi, penyebab terbakarnya mobil itu jadi terungkap.

Dalam video yang beredar di media sosial (medsos), para petugas SPBU tampak berusaha memadamkan api yang mulai membakar mobil.

Baca juga: Klasemen Piala AFF U19, Indonesia Paksa Thailand dan Vietnam Tak Bisa Main Mata di Laga Terakhir

Baca juga: Video 40 SMA/SMK Kirimkan Delegasi dalam Kejuaraan Bulutangkis UPGRIS Cup 2022

Baca juga: Keseruan Fun Match Tim Tribunjateng VS Tim Bank Indonesia

Petugas kemudian berusaha mendorong mobil agar menjauh dari mesin pompa BBM.

Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada hari Kamis (7/7/2022) sekitar pukul 20.20 WIB.

"Informasi yang kami peroleh, mobil itu langsung bisa dipadamkan sebelum api membesar.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," kata Catur melalui keterangan resmi, Jumat (8/7/2022).

Mobil jenis Suzuki Carry warna hijau itu diketahui milik Teguh (45), warga Desa Tegalsari, Kecamatan Adimulyo, Kebumen.

Kapolsek Gombong AKP Heru Sanyoto mengatakan, kebakaran disebabkan percikan api dari mesin mobil yang dihidupkan saat pengisian BBM jenis Pertalite.

Heru menjelaskan, pemilik kendaraan saat itu mencoba menyalakan mesin saat proses pengisian BBM.

Saat mesin menyala, tiba-tiba muncul percikan api dari bawah mesin menyebabkan kebakaran mobil.

Baca juga: Gandeng Vidio, MyRepublic dan Smartfren Wujudkan Kolaborasi Strategis 

Baca juga: Gunakan Konstruksi Turap Kayu, Longsoran Kedungjenar Mulai Ditangani

"Itulah mengapa kita harus mematikan mesin saat pengisian BBM, untuk menghindari hal semacam ini."

"Beruntung petugas SPBU sigap memadamkan menggunakan APAR," kata Heru.

Heru mengatakan, mobil berhasil dipadamkan dan didorong jauh dari mesin pompa.

Tak lama kemudian mobil kembali bisa dinyalakan lalu dibawa pulang oleh pemilik.

"Semalam mobil langsung dibawa pulang oleh pemiliknya. Masih bisa jalan mobil itu," ujar Heru. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved