Berita Semarang

Luncurkan Program Si BENING, Cara Lain Pemkot Semarang Tekan Angka Stunting, Target Turun 14 Persen

Peluncuran program Si BENING dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Kota Semarang.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
PEMKOT SEMARANG
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di sela launching program SI BENING di Balai Kelurahan Salaman Mloyo, Kecamatan Semarang Barat, Selasa (12/7/2022). Peluncuran program tersebut dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tingkat Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berbagai upaya terus dilakukan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menurunkan angka stunting di wilayah ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Salah satu wujud komitmennya adalah dengan melaunching program SI BENING (Semua Ikut Bergerak bErsama meNangani stuntING) di Balai Kelurahan Salaman Mloyo, Kecamatan Semarang Barat, Selasa (12/7/2022).

Peluncuran program tersebut dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Kota Semarang.

Pria yang akrab disapa Hendi itu pun optimis jika SI BENING akan efektif menekan angka stunting di Kota Semarang.

Baca juga: Harga Bawang Merah Mengikuti Cabai Rawit, Rp 80.000 per Kilogram di Pasar Bandarjo Ungaran Semarang

Baca juga: Pengembang Perumahan Taman Manunggal Asri Kab Semarang Kirim Surat ke Presiden, Minta Keadilan

“Konsep SI BENING ini pada dasarnya adalah gotong royong."

"Sama seperti saat peluncuran SICENTIK yang pada dasarnya penerapan bergerak bersama dalam pemberantasan DBD."

"Alhamdulillah angka DBD di Kota Semarang terbukti bisa ditekan."

"Insyaa Allah jika semua bergerak bersama persoalan di Kota Semarang dapat diselesaikan secara cepat, termasuk stunting,” terang Hendi kepada Tribunjateng.com, Selasa (12/7/2022).

SI BENING adalah salah satu bukti keseriusan Pemkot Semarang dalam mengatasi masalah stunting.

Sebelumnya, Pemkot Semarang juga telah membentuk DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) di 16 kecamatan yang merupakan program penanganan stunting berupa pemberian makanan tambahan, penempatan petugas surveilans kesehatan (Gasurkes) di setiap kelurahan, dan pemantauan ibu hamil.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved