Harga Cabai Merah Besar Dibanderol Rp 90.000/Kg di Kendal
Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Kendal terpantau masih terlampau tinggi. Utamanya pada komoditi cabai dan bumbu dapur.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Kendal terpantau masih terlampau tinggi. Utamanya pada komoditi cabai dan bumbu dapur.
Di Pasar Tradisional Kota Kendal, harga cabai merah besar (teropong) tembus Rp 90.000 per kilogram.
Padahal, sebelumnya dibanderol Rp 85.000 per kilogram. Beberapa jenis cabai juga masih dijual dengan harga yang cukup tinggi, meski momentum Hari Raya Iduladha sudah terlampaui.
Pedagang sembako di Pasar Kota Kendal, Sundari mengatakan, harga semua jenis cabai dan bawang merah sampai saat ini masih mahal.
Kata dia, selain cabai teropong, harga cabai rawit merah dibanderol dua kali lipat dari harga standarnya, yaitu Rp 85.000 per kilogram. Hal yang sama juga terjadi pada cabai rawit hijau Rp 70.000 per kilogram.
"Semuanya masih tinggi, enggak turun-turun. Bawang merah juga sama masih tinggi Rp 65.000 per kilogram," terangnya, Rabu (13/7/2022).
Pedagang lainnya, Sumiarti menambahkan, tingginya harga cabai juga berdampak pada tingginya harga kebutuhan pokok lainnya.
Seperti contoh, harga telur ayam di lapak Sumiarti dijual Rp 27.000 per kilogram. Sedangkan harga daging ayam potong masih tertahan di angka Rp 40.000 per kilogram.
Dia menyebut, tingginya harga barang di pasar tradisional sudah berlangsung dua pekan terakhir. Hal itu dipicu karena permintaan meningkat, sedangkan jumlah produksi di tingkat petani menurun lantaran cuaca ekstrem dan hama tanaman.
"Kalau harga mahal, pendapatan jualan pasti menurun. Enggak tahu, sampai sekarang barang masih langka. Yang stabil hanya bawang putih saja," ujarnya.
Seorang pembeli, Siti Rokhanah mengaku terpaksa membeli cabai dengan harga yang tinggi.
Dia tidak mengurangi kebutuhan cabai setiap hari untuk masak pesanan makanan katering.
"Tetap beli walau mahal. Karena buat masak katering, enggak berani ngurangin kebutuhan, biar pelanggan enggak pindah tempat," ujar dia.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kendal, Ferinando RAD Bonay mengatakan, kenaikan harga barang tergantung pada situasi dan kondisi. Seperti yang dialami komoditi cabai dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.
Persoalan tingginya harga cabai, kata dia, harus diselesaikan di tingkat petani. Meningkatkan produksi cabai untuk menekan harga cabai di tingkat konsumen.