Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Tanggul Laut Kendal Mulai Dikerjakan, Panjangnya Capai 1 Kilometer

Program kota tanpa kumuh skala kawasan di Karangsari dan Bandengan bisa menyulap kawasan kumuh menjadi daya tarik wisata baru.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Para pekerja sedang menguruk lahan sepanjang 1 kilometer di Kelurahan Karangsari dan Bandengan Kabupaten Kebdal untuk dibangun tanggul laut pencegah banjir rob, Senin (18/7/2022). 

Fauzi menyebut, saat ini ada 5 kecamatan di Kabupaten Kendal yang terdata sebagai kawasan kumuh.

Meliputi Kecamatan Kaliwungu, Brangsong, Kota Kendal, Weleri, dan Rowosari. 

Selain program Kotaku, kata dia, juga dilakukan program penanganan kawasan kumuh berskala lingkungan.

Baca juga: Cerita Polisi Tangkap Bayu Aji di Boja Kendal, Warga Singorojo Ini Hendak Kirim Paket Sabu

Seperti, rehab rumah tidak layak huni (RTLH) dan pembangunan jalan lingkungan dari anggaran DAK di 9 lokasi, yang menyasar 150 unit RTLH dengan anggaran Rp 37 juta per unit pada 2022. 

Disamping itu, lanjutnya, Pemkab Kendal melalui dinas terkait bakal meneruskan program Kotaku dengan program penanganan lanjutan pada 2023.

"Yang sudah berjalan, minimal mengurangi kondisi kumuh."

"Beberapa kegiatan tidak ter-cover Kotaku akan ditangani menggunakan APBD."

"Sudah kami perhitungkan untuk menangani rob juga, namun pekerjaan masih berjalan, belum bisa dilihat dampaknya," jelas Fauzi kepada Tribunjateng.com, Senin (18/7/2022).

Penanggungjawab lapangan pembangunan tanggul laut, Imam Purwanto menerangkan, proses pengurukan wadas dan pemasangan sasak sudah mulai dikerjakan.

Dengan target, 15-30 hari ke depan bisa nyambung dari Karangsari ke Bandengan.

Baca juga: Sektor Pendidikan Kendal Digelontor Anggaran DAK Rp 332 Miliar Kemendikbudristek

Setelah pembangunan dasar selesai, lanjut dia, akan dilakukan pengecoran pondasi tanggul laut sepanjang 1 kilometer.

Dia berharap, setelah tanggul atau sabuk pantai terbangun bisa mengatasi rob yang membanjiri perkampungan dua kelurahan. 

"Pekerjaan tanggul diperkirkaan baru mencapai 20 persen."

"Dengan pembangunan tanggul ini, setidaknya warga Karangsari dan Bandengan punya harapan agar ke depan tidak terkena banjir lagi."

"Karena saat ini banjir rob masih datang terus," ujarnya. (*)

Baca juga: Apakah T-50i Golden Eagle? Pesawat Tempur yang Dikabarkan Hilang Kontak, Puingnya Ditemukan di Blora

Baca juga: Inilah Waterpark Tembalang Asri Demak, Sebulan Bisa Hasilkan Rp 100 Juta

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Salatiga, Tiga Mobil dan Dua Motor, Sopir Kijang: Mohon Maaf Saya Mengantuk

Baca juga: Nex Carlos Ternyata Bisa Romantis, Begini Cara Lamar Vienesca Laurencia di Kepulauan Seribu

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved