Berita Kendal
Tanggul Laut Kendal Mulai Dikerjakan, Panjangnya Capai 1 Kilometer
Program kota tanpa kumuh skala kawasan di Karangsari dan Bandengan bisa menyulap kawasan kumuh menjadi daya tarik wisata baru.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Program penanganan skala kawasan kota tanpa kumuh (Kotaku) di kampung nelayan Kelurahan Bandengan dan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal diperkirakan mencapai 50 persen.
Proyek pekerjaan yang menelan anggaran Rp 23 miliar dari Pemerintah Pusat itu ditarget selesai Oktober 2022.
Kepala Disperkim Kendal, Noor Fauzi mengatakan, sejumlah pekerjaan seperti drainase, gapura, pemasangan sheet pile, dan pembangunan pedestrian sudah dikerjakan.
Baca juga: Ini Penyebab Lambatnya Capaian Vaksinasi Booster di Kendal, Baru Tercapai 21 Persen
Katanya, saat ini sedang melangsungkan pembangunan tanggul laut yang membentang dari wilayah Perairan Karangsari hingga Bandengan sepanjang 1 kilometer.
Setelah itu disusul pembangunan dua rumah pompa untuk mengantisipasi jika terjadi banjir rob dan beberapa pembangunan lanjutan.
Fauzi menjelaskan, pembangunan tanggul laut atau sabuk pantai dimaksudkan untuk meminimalisir terjadinya rob.
Sehingga, program kota tanpa kumuh skala kawasan di Karangsari dan Bandengan bisa menyulap kawasan kumuh menjadi daya tarik wisata baru.
"Program Kotaku ini sudah dikerjakan sejak Januari 2022."
"Diharapkan menjadi solusi untuk menangani tempat kumuh berbasis kawasan."
"Kami target Oktober 2022 selesai, maksimal akhir tahun ini," terangnya kepada Tribunjateng.com, Senin (18/7/2022).
Baca juga: Calon Penumpang KMP Kalibodri Kendal Wajib Sudah Divaksin Booster
Fauzi menuturkan, pihaknya sudah mengajukan anggaran ke pusat senilai Rp 56 miliar untuk menuntaskan kawasan kumuh di dua kelurahan itu.
Namun, besaran dana yang diterima di angka Rp 23 miliar belum cukup untuk menuntaskan kawasan secara menyeluruh.
Keterbatasan anggaran ini, terang Fauzi, hanya bersifat mengurangi masalah kumuh, selanjutnya harus dilakukan program lanjutan agar kesan kawasan kumuh di dua kampung nelayan itu teratasi.
"Program Kotaku sudah jalan sesuai perencanaan."
"Kami sudah ajukan anggaran ke pusat lagi untuk menjangkau program pembangunan yang belum dilakukan, supaya penanganan kawasan kumuh ini bisa optimal," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tanggul-laut-kendal-2.jpg)