Pesawat Jatuh di Blora
Kesaksian Warga Saat Pesawat T-50i Jatuh, Dengar Ledakan di Udara, Mereka Berbondong Masuk Hutan
Sebelum peristiwa tersebut terjadi, sempat terdengar suara gemuruh yang cukup kencang, yang didengar oleh warga sekitar
Penulis: ahmad mustakim | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Evakuasi dan pencarian puing-puing pesawat TNI AU jenis T-50i di hutan wilayah Desa Nginggil, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah kembali dilanjutkan.
Jatuhnya pesawat tempur T-50i ini masih terus diselidiki oleh pihak berwenang.
Sejumlah petugas gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca juga: Dandim Ungkap Kondisi Jenazah Pilot Pesawat Jatuh di Blora: Beberapa Bagian Dijadikan Satu
Baca juga: Tim Bulu Tangkis Indonesia Ramai Mundur dari Chinese Taipei Open 2022, PBSI Jelaskan Alasannya
Sebelum peristiwa tersebut terjadi, sempat terdengar suara gemuruh yang cukup kencang, yang didengar oleh warga sekitar.

"Iya dengar ada ledakan, terus muncul asap, asapnya besar," ucap salah seorang warga, Mardi saat ditemui tribunmuria.com di sekitar TKP, Selasa (19/7/2022).
Setelah mendengar adanya ledakan yang sangat kencang, warga sekitar kemudian berbondong-bondong mencari lokasi ledakan tersebut.
"Lokasinya pun di tengah-tengah hutan," ujarnya.
Dikatakannya, setelah sampai di lokasi, kondisi pesawat tersebut telah hancur.
"Terus saya lihat ke sini, tiba-tiba di sini sudah hancur semua," ujar dia.
Menurutnya, tidak hanya ada satu pesawat yang berada di kawasan hutan tersebut.
"Kemungkinan ada dua pesawat, terus yang satu jatuh, terus ada lagi mungkin cari temannya kok enggak ada, terus balik lagi ke Madiun," terangnya.
Dirinya juga menambahkan, kawasan hutan Nginggil sering digunakan oleh TNI AU untuk latihan terbang.
"Kawasan ini sering digunakan untuk latihan pesawat tempur, karena kondisi hutannya yang tidak terlalu banyak pohon tinggi," jelas dia.

Sementara itu, salah satu warga, Suparji juga ikut mengumpulkan serpihan-serpihan pesawat hingga petilasan Suro Nginggil.
"Iya kita kumpulkan ke atas untuk dibawa aparat," ujarnya.