Berita Viral
Mengenang 16 Tahun Gempa dan Tsunami Pangandaran 17 Juli 2006, Renggut 668 Korban Jiwa
Mengenang 16 Tahun Gempa dan Tsunami Pangandaran 17 Juli 2006, Renggut 668 Korban Jiwa
Penulis: non | Editor: galih permadi
Gelombang besar mengempaskan 125 perahu dan menghancurkan tempat pelelangan ikan (TPI) di Karangduwur.
Di desa itu 20 warung hanyut ke laut setelah disapu gelombang, sementara 150 unit perahu nelayan di Ayah dan 372 perahu di Pantai Suwuk hancur.
Gempa disertai gelombang tsunami membuat warga di pantai selatan Jateng dari Kebumen hingga Cilacap panik.
Hampir semua warga-bahkan penduduk di desa-desa berjarak lebih dari 25 kilometer dari garis pantai-ikut mengungsi.
Gempa dengan kekuatan M7.7 dengan pusat di lepas pantai Pangandaran tersebut merenggut 668 korban jiwa.
Serta 65 hilang (diasumsikan meninggal dunia) dan 9.299 lainnya luka-luka.
Gempa yang terjadi di lepas pantai Pangandaran itu berkekuatan ‘moderate’.
Biasanya gempa seperti itu tidak menimbulkan tsunami dengan ketinggian lebih dari 5 meter.
Akan tetapi tsunami Pangandaran menimbulkan tsunami dengan ketinggian rayapan mencapai 21 m.
Jenis tsunami seperti itu dikategorikan oleh peneliti Kanamori sebagai tsunami-earthquake.
Yaitu gempa yang membangkitkan tsunami dengan magnitudo lebih besar daripada magnitudo gempanya.
Dengankata lain itu gempa yang membangkitkan tsunami jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tinggi tsunami rata-rata yang dibangkitkan oleh gempa dengan kekuatan yang sama.
Kejadian seperti ini dibangkitkan oleh gempa dengan karakteristik sedikit berbeda dari gempa pada umumnya.
Di mana pelepasan energi gempa tersebut memakan waktu lebih lama dibandingkan gempa pada umumnya.
Sehingga getaran gempa tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat di daerah pantai. (*)