Dongeng Anak Nusantara Asal Muda Penduduk Merem, Cocok Dibaca Sebelum Tidur
Dongeng Anak Nusantara Asal Muda Penduduk Merem, Cocok Dibaca Sebelum Tidur
Penulis: non | Editor: galih permadi
Sehari hari Woiram mencari nafkah dengan berburu dan berkebun.
Pada suatu pagi ketika tengah membuat tali busur untuk panahnya, jari telunjuk Woiram teriris pisau.
Woiram segera memasukkan jari telunjuknya yang berdarah ke dalam air tempayan di kamarnya.
Darah yang mengucur cukup deras membuat air tempayan itu berwarna merah.
Setelah mengobati lukanya, Woiram menutup tempayan itu dan bergegas meninggalkan rumah untuk menjemput Bonadebu.
Mereka akan berkebun hari itu.
Banyak sekali pekerjaan yang harus mereka lakukan di kebun.
Hari sudah gelap ketika Woiram tiba di rumahnya lagi.
Karena lelah seharian bekerja, Woirampun langsung tertidur.
Tengah malam Woiram terbangun karena mendengar suara anak kecil yang tengah menangis.
Ketika terbangun, Woiram mengira dirinya bermimpi.
Woirampun memutuskan untuk melanjutkan tidurnya.
Baru beberapa saat ia tertidur, Woiram tersentak bangun karena suara tangisan anak kecil yang terdengar semakin keras.
Woiram duduk di atas dipannya. Ia mencari asal suara yang terdengar begitu dekat.
Dengan perlahan Woiram berjalan menghampiri tempayan yang terletak di sudut kamarnya.