Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Rudal Rusia Hancurkan Ribuan Alat Perang Ukraina Kiriman Barat

Serangan itu menghancurkan 257 pesawat dan 143 helikopter, 1.568 kendaraan udara tak berawak, serta 356 sistem rudal anti-pesawat, dan 4.106 tank.

Editor: Vito
Sergei SUPINSKY / AFP
Petugas pemadam kebakaran memeriksa puing-puing dari bangunan yang rusak setelah serangan udara Rusia di kota Vinnytsia, Ukraina barat-tengah, pada 14 Juli 2022. 

TRIBUNJATENG.COM, KIEV - Gudang senjata Ukraina yang berada di dekat Odesa hancur lebur usai diserang rudal militer Rusia.

Akibat serangan tersebut, ribuan senjata yang dipasok AS dan negara-negara Eropa untuk tentara Ukraina hancur dan tak bisa diselamatkan.

Melansir dari situs Anadolu Agency, serangan tersebut dilakukan Rusia pada Selasa (19/7), dengan menggunakan senjata rudal presisi tinggi.

Imbas dari serangan tersebut, Ukraina dilaporkan mengalami kerugian material yang luar biasa besar.

Hal itu antara lain berupa hancurnya 257 pesawat dan 143 helikopter. Selain itu, 1.568 kendaraan udara tak berawak, serta 356 sistem rudal anti-pesawat, dan 4.106 tank ikut luluh lantak diterjang rudal Moscow.

Tak hanya peralatan tempur udara yang jadi sasaran Rusia, kendaraan tempur lapis baja seperti 759 sistem peluncuran roket ganda, 3.160 artileri mortir lapangan, serta 4.392 unit kendaraan militer khusus juga turut dihancurkan militer Putin dalam serangan kemarin.

Bersamaan dengan serangan tersebut, Ukraina juga melaporkan bahwa tujuh pos komando termasuk batalyon Brigade Mobil Udara ke-81 AFU yang berlokasi di dekat Dolina, Republik Rakyat Donetsk juga menjadi sasaran senjata berpresisi tinggi Rusia.

Diperkirakan jumlah kerugian yang ditanggung Ukraina akibat serangan tersebut mencapai puluhan miliar dollar AS. Sementara jumlah korban tewas hingga kini telah melebihi 200 orang, baik dari warga sipil maupun anggota militan Ukraina.

Angka tersebut menambah daftar panjang korban tewas di Ukraina. PBB mencatat selama Ukraina diinvasi Rusia, tepatnya sejak 24 Februari lalu, setidaknya sudah ada 110 warga sipil yang telah tewas di Ukraina.

Sementara, lebih dari 15 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, dan lebih dari 8,4 juta orang kabur melarikan diri ke negara lain.

Adapun, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya telah menghancurkan empat roket High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) Ukraina. HIMARS yang dihancurkan Rusia adalah pasokan Amerika Serikat (AS) antara 5-20 Juli.

"Empat peluncur dan satu kendaraan pengangkut untuk sistem peluncuran roket ganda buatan AS hancur," kata kementerian itu, dalam briefing harian.
Meski demikian, tidak ada tanggapan langsung dari Kyiv tentang klaim Kementerian Pertahanan Rusia. (Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved