Universitas Ivet

Universitas IVET Kembali Raih Hibah PKKM Tahun 2022

Universitas Ivet kembali meraih prestasi hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka atau PKKM Kemendikbudristek 2022

Istimewa
Universitas Ivet 

TRIBUNJATENG.COM -- Universitas Ivet kembali meraih prestasi hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka atau PKKM Kemendikbudristek 2022. Program hibah ini merupakan upaya percepatan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka (MBKM).

Sebagaimana disampaikan Dirjen Dikti Kemendikburistek Prof Nizam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) adalah akselerasi Kampus Merdeka untuk mendorong transformasi dan inovasi perguruan tinggi pada basis program studi supaya pembelajaran Kampus Merdeka dapat terlaksana sesuai harapan..

Setelah medapatkan kesuksesan pada tahun sebelumnya pada 2 (dua) program studi Fakultas Saintek yaitu Prodi Pendidikan Vokasional Teknik Mesin dan Pendidikan Informatika.

Pada tahun 2022 ini program hibah PKKM di raih oleh 2 (dua) Prodi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)  yaitu program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Prodi Pendidikan Sejarah.

Atas keberhasilan tersebut, Rektor Universitas Ivet Prof. Dr. Rustono M.Hum sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada Wakil Rektor bidang Akademik Dr. Luluk Elyana, M.Si

Yang telah menginisiasi dan mengawal usulan program PKKM beserta tim taskforce yang di komandani oleh Raditya Ahmad Rifandi, M.Ling dengan anggota Dra Eko Heri Widyastuti, M.Hum, Dyah Setyaningrum Winarni, M.Pd, Ririn Linawati, M.Pd, Habiburrahman, M.Pd, Rizal Ihsan M. Ling beserta civitas akademika PAUD dan Pendidikan Sejarah.

Keberhasilan dalam mendapatkan hibah ini merupakan kado istimewa bagi seluruh civitas akademika Universitas Ivet dalam peningkatan kinerja Perguruan Tinggi khususnya sehingga mampu mencapai delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Ivet (Unisvet) Dr Luluk Elyana,M.Si  mengungkapkan bahwa kerja keras, kerja cerdas dan kerja ihklas serta semangat juang tanpa mengenal lelah dari tim taksforse menjadi kunci kerberhasilan dan keseksesan yang gilang gemilang tersebut.

Hal ini karena Unisvet menjadi salah satu dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang mendapatkan hibah PKKM.

Atas keberhasilan ini, Luluk Elyana mengucapkan terimakasih kepada selurus jajaran pimpinan Unisvet mulai dari Rektor, Wakil Rektor II, Wakil Rektor II, Dekan, Ketua Prodi dan seluruh civitas akademika Unisvet atas dukungan materi, moral dan spiritual yang telah diberikan kepada stim taskforce.  

Proses pengusulan program PKKM melalui berbagai tahapan yang panjang dan melelahkan, dimulai dari evaluasi administratif, evaluasi kualitas isi usulan, evaluasi kelayakan substansi proposal, serta verifikasi kelayakan program dan anggaran.

Proses seleksi PKKM melibatkan tim penilai dari kalangan akademisi, pelaku usaha, dan dunia industri.

Lebih lanjut Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr Fifty Istiklaili, M.Kes menyambut baik keberhasilan 2 Prodi ini dan mengucapkan Selamat  sukses atas diraihnya hibah PKKM yang luar biasa ini kepada prodi PG PAUD dan prodi Pendidikan Sejarah Universitas Ivet.  

"Terimakasih kepada tim taskforce dan seluruh elemen yang telah mendukung untuk mendapatkan hibah PKKM," ujar Fifty.

Adapun harapannya hibah ini terlaksana dengan penuh amanah dan memberikan manfaat kepada mahasiswa dan masyarakat.

Sementara ketua Tim taskforce Raditya Ahmad Rifandi, M.Ling menyampaikan hibah PKKM yang diraih prodi PAUD akan dimanfaatkan untuk mendukung  aktivitas peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) dalam Pengembangan Desain Pembelajaran Berbasis STEAM bagi PAUD dan Peningkatan Kualitas Riset Dosen tentang Pra Literasi Numerasi Digital Anak Usia Dini.

Sedangkan Prodi Pendidikan Sejarah untuk mendukung aktivitas pengembangan SDM dan kurikulum berbasis media digital melalui pengembangan media pembelajaran pendidikan sejarah dengan rancang bangun 'Animasi, Augmented Reality, and Virtual Reality Digital Heritage Tourism', dan peningkatan kompetensi mahasiswa sebagai pemandu wisata berbasis digital heritage tourism.

Aktivitas dan sub aktivitas tersebut tersusun melalui mekanisme pendampingan intensif dan masiv yang selaras dengan Indikator Kinerja Utama dalam implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). (*)

Baca juga: FKUB Cilacap dan Kemenag : Toleransi adalah Kunci Utama untuk Merajut dan Menjaga Kerukunan

Baca juga: Doa Setelah Sholat Istikharah, Memohon Petunjuk Allah SWT

Baca juga: Lirik Lagu dan Chord Kunci Gitar Pembaharuan Rhoma Irama

Baca juga: Kebakaran Hotel di Gili Trawangan, Warga Berusaha Padamkan Api dengan Alat Seadanya

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved