Guru Berkarya
Metode Example non Example, Tingkatkan Motivasi Belajar Visual Siswa
Pendidikan merupakan proses membawa yang diinginkan dalam perilaku manusia.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Oleh: Dwi Ani Setyowati, S.Pd., Guru SDN Langenharjo 03 Grogol Sukoharjo
Pendidikan merupakan proses membawa yang diinginkan dalam perilaku manusia.
Pendidikan dapat juga didefinisikan sebagai proses perolehan pengetahuan dan kebiasaan-kebiasaan melalui pembelajaran atau studi.
Jika pendidikan menjadi efektif hendaknya menghasilkan perubahan - perubahan dalam seluruh komponen perilaku (pengetahuan dan gagasan, norma dan keterampilan nilai dan sikap, serta pemahaman dan perwujudan).
Perubahan-perubahan ini hendaklah dapat diterima secara sosial, kultural, ekonomis, dan menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, keterampilan, sikap, serta pemahaman.
Belajar pada dasarnya adalah proses perubahan tingkah laku berikut adanya pengalaman.
Pembentukan tingkah laku ini meliputi perubahan keterampilan, kebiasaan, sikap, pengetahuan, pemahaman dan apresiasi.
Oleh sebab itu, belajar adalah proses aktif yaitu proses reaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu.
Belajar adalah suatu proses yang diarahkan pada suatu tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman.
Belajar adalah proses melihat, mengamati, memahami suatu yang dipelajari.
Kesulitan belajar dan menerima materi pelajaran secara visual sering terjadi pada anak usia SD, karena di masa Pra SD mereka belum dikenalkan dengan materi pelajaran yang memerlukan konsentrasi penuh, masih dengan permainan dan hal – hal yang bersifat praktik kegembiraan.
Siswa dengan kesulitan menerima materi pelajaran secara visual dialami oleh siswa kelas 1 SDN Langenharjo 03 Grogol Sukoharjo, hal ini menjadikan prestasi belajar sangat rendah dari KKM.
Diduga hal ini terjadi karena kurang menariknya metode yang diterapkan dalam pembelajaran pada awal adaptasi tatap muka .
Salah satu upaya mengatasi permasalahan ini,penulis menggunakan metode pembelajaran Example non Example dengan harapan minat belajar siswa meningkat .
Example non Example merupakan suatu model pembelajaran menggunakan media berupa gambar, foto, diagram atau tabel yang bermuatan permasalahan.
Penggunaan media tersebut disusun dan dirancang agar siswa dapat mengidentifikasi masalah, mencari alternatif pemecahan masalah yang paling efektif dan mendeskripsikan kesimpulan atas permasalahan.
Metode pembelajaran Examples Non Examples adalah taktik yang dapat digunakan untuk mengajarkan definisi konsep.
Taktik ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara cepat dengan menggunakan dua hal yang terdiri dari examples dan non examples dari suatu definisi dengan konsep yang ada.
Examples memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas, sedangkan non examples memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas.
Metode pembelajaran Example non Example ini memiliki beberapa kelebihan yaitu : Siswa terlibat dalam satu proses discovery (penemuan), yang mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman dari examples dan non examples.
Siswa diberi sesuatu yang berlawanan untuk mengeksplorasi karakteristik dari suatu konsep dengan mempertimbangkan bagian non examples yang dimungkinkan masih terdapat beberapa bagian yang merupakan suatu karakter dari konsep yang telah dipaparkan pada bagian examples.
Menurut Huda (2013), Examples Non Examples adalah metode pelajaran yang menggunakan gambar sebagai media untuk menyampaikan materi pelajaran.
Strategi ini bertujuan mendorong siswa untuk belajar berpikir kritis dengan memecahkan permasalahan-permasalahan yang termuat dalam contoh-contoh gambar yang disajikan.
Penggunaan Media gambar dirancang agar siswa dapat menganalisis gambar tersebut untuk kemudian dideskripsikan secara singkat perihal isi dari sebuah gambar.
Dari hasil penerapan Metode pembelajaran Example non Example ini, hasil belajar siswa meningkat hingga 100 persen memenuhi KKM , maka penulis berharap model pembelajaran ini dapat diterapkan di sekolah - sekolah dan menjadi solusi bagi siswa yang belum memahami pelajaran diawal tatap muka.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Dwi-Ani-Setyowati-SPd-Guru-SDN-Langenharjo-03-Grogol-Sukoharjo_z1.jpg)