Berita Karanganyar
Pemkab Karanganyar Menggagas Beli Hasil Panen Petani Tembakau
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggagas untuk dapat membeli hasil panen petani tembakau dalam rangka menjaga stabilitas harga.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggagas untuk dapat membeli hasil panen petani tembakau dalam rangka menjaga stabilitas harga.
Pernyataan itu disampaikan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat membuka pelatihan petani tembakau dan petani di Hotel Indah Palace Tawangmangu pada Senin (1/8/2022).
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Siti Maesaroh menyampaikan, luas lahan tembakau di Kabupaten Karanganyar tahun ini berkurang dibandingkan dengan tahun lalu.
"Dari 300 hektare, tahun ini 200 hektare tersebar di 7 kecamatan. Penurunan karena dampak pandemi Covid-19, biasanya para pembeli ke sini (Karanganyar), tidak bisa ke sini karena pembatasan lalu lintas," katanya kepada Tribunjateng.com usai pembukaan pelatihan.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, Kabupaten Karanganyar mendapatkan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) senilai Rp 15 miliar. Dana tersebut dipergunakan untuk berbagai kegiatan seperti pemberian bantuan kepada petani tembakau dan buruh pabrik rokok, pelatihan dan lainnya.
Pemkab melalui BUMD akan menggagas dalam menjaga stabilitas harga pasar tembakau dengan membuat resi gudang. Pasalnya para petani terkadang tidak dapat menikmati hasil panen karena harga jualnya anjlok.
"Nanti konkritnya kita optimalkan peran BUMD, PUD Aneka usaha bisa dioptimalkan untuk menindaklanjuti beberapa program strategis. Termasuk mengoptimalkan resi gudang untuk menghindari spekulan, memastikan kestabilan harga. Bisa dioptimalkan melalui peran PUD Aneka Usaha, kita kasih modal membeli produk petani, habis bisa dijual bermitra dengan pihak lain atau kabupaten lain," katanya kepada Tribunjateng.com usai membuka pelatihan.
Saat ini lahan yang ditanami tembakau di Karanganyar mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Di samping berupaya supaya memperluas lahan tembakau, lanjutnya, Pemda akan membantu membangun kerja sama dengan pihak lain supaya ada jaminan kepastian harga.
Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Karanganyar, Sri Asih Handayani menambahkan, TPID Solo Raya sebelumnya telah melakukan pertemuan dan menggagas untuk memetakan potensi kabupaten/kota penghasil bahan pangan pokok penting.
"Misal Karanganyar beras, sayuran. Kabupaten mana yang butuh, nanti masing-masing BUMD Aneka Usaha Kabupaten/kota akan kerjasama saling support. Yang surplus dari kabupaten A disalurkan ke kabupaten B yang defisit. Tapi bagaimana kalau misal semua sudah surplus, nanti dari satu ke satuan kerjasama itu akan kerjasama dengan luar Solo Raya," terangnya. (Ais).
Baca juga: Kapasitas Rutan Kelas IIB Kudus Overload 48 Persen, Suprihadi : Siap Direlokasi
Baca juga: Dukung Program 10 Juta Bendera Merah Putih, Bakesbangpol Kabupaten Pekalongan
Baca juga: Luncurkan BIAN, Hendi Ingin Anak Kota Semarang Sehat dengan Imunisasi
Baca juga: USM Tetapkan Hermanto Dardak dan Sigit Pramono sebagai Anggota Dewan Penyantun Yayasan Alumni Undip