Berita Kendal

Sungai Kendal Kembali Dikeruk 750 Meter

Sungai Kendal kembali dikeruk sepanjang 750 meter pada pertengahan 2022. Pengerukan dilakukan oleh sejumlah petugas

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Ekskavator dikerahkan untuk mengeruk sedimentasi Sungai Kendal, Selasa (2/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sungai Kendal kembali dikeruk sepanjang 750 meter pada pertengahan 2022. Pengerukan dilakukan oleh sejumlah petugas dari Koordinator Kelompok Pengelola (Korpokla) SDA Wilayah Bodri Kendal dengan menggunakan alat berat.

Ketua Korpokla, Nur Kholis mengatakan, pengerukan sedimentasi sungai dilakukan setiap tahunnya. Namun, belum bisa dilakukan maksimal karena beberapa hal. Di antaranya, keterbatasan anggaran, dan kendala lapangan.

Pada tahun ini, katanya, normalisasi sungai hanya bisa dilakukan dari jembatan Masjid Agung Kendal sampai Kelurahan Bandengan. Sementara badan sungai di wilayah Selatan Masjid Agung baru bisa diusulkan untuk normalisasi tahun depan. 

"Yang sebelah masjid ke Selatan akan dilakukan pengerukan tahun depan, tiap tahunnya selalu diusulkan," terangnya, Selasa (2/8/2022). 

Menurutnya, normalisasi sungai ini dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir. Karena selama ini, tercatat 11 kelurahan di wilayah Kecamatan Kota Kendal menjadi langganan banjir akibat luapan Sungai Kendal

Dia berharap, jika normalisasi sungai ini bisa berjalan rutin, bisa mencegah potensi terjadinya banjir. Utamanya saat musim penghujan tiba.

"Kendala di lapangan seperti banyak bangunan yang berdiri di atas bantaran sungai, juga banyak jembatan kurang tinggi, jadinya pengerukan tidak bisa maksimal. Yang paling utama adalah masyarakat jangan buang sampah sembarangan di sungai karena bisa menghambat aliran sungai dan membuat sungai semakin dangkal," imbaunya. 

Kader Kelurahan Balok, Atik Jumiati berharap, pemerintah bisa merutinkan normalisasi sungai supaya Kota Kendal aman dari banjir.

Dia juga berharap, normalisasi Sungai Kendal bisa menjangkau lebih panjang lagi agar aliran sungai bisa lancar sampai ke muara. 

"Perlu juga dibuatkan tanggul di sebelah barat sungai, supaya air tidak meluap ke permukiman warga," harap dia.

Seorang warga, Zulkarnain mengimbau kepada pemerintah daerah agar menangani banjir lebih kompleks. Artinya, tidak hanya terpusat pada kegiatan rutinitas saja, namun bisa menjadi solusi jangka panjang dalam satu pekerjaan. 

"Perlu dilakukan pula penghijauan di wilayah Kendal bagian atas. Supaya air bisa terserap dan tidak tumpah ke Kendal bawah," tuturnya. (Sam)

Baca juga: 2 Rudal Hellfire AS Tewaskan Pemimpin Al Qaeda Ayman Al Zawahiri

Baca juga: Bupati Fadia : 95 Persen Anak di Kabupaten Pekalongan Harus Terimunisasi

Baca juga: PSIS Ambil Pelajaran dari Kekalahan atas Arema FC. Siap Tempur saat Jamu Barito Putera

Baca juga: UPDATE : Dramatis Proses Evakuasi Sopir Dan Kernet Truk Pertamina Karena Terjepit Kabin

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved