Berita Nasional
Mungkinkah Ajudan Seperti Brigadir J Berani Masuk Kamar Jenderal? Susno Djuadji Cerita Pengalamannya
Kamaruddin Simanjuntak ragu bahwa Brigadir J nekat melakukan pelecehan kepada istri atasannya tersebut
Ditanya sudah makan, jawabannya cuma siap. Jadi saya berpikir, sebenarnya siap sudah makan atau belum," beber Kamaruddin Simanjuntak.
Ia pun menyebut bahwa ada batasan yang sangat jelas antara ajudan dan atasannya ini.
"Nah mereka itu cuma di pos-pos itu saja, tidak bisa masuk ke rumah utama. Tidak ada itu.
Malah ada teman saya polisi biasa 3 tahun jadi ajudan, nengok hendel pintu kamar bosnya aja gak berani itu menatap," tuturnya.
Kamaruddin Simanjuntak menyebut, dirinya tak yakin Brigadir J masuk ke kamar pribadi Ferdy Sambo tanpa izin atasan.
"Artinya Anda gak percaya Brigadir J masuk ke dalam kamar istri Kadiv Propam?," tanya host.
"Nggak lah, dia hanya disuruh sebagai yang betanggung jawab," kata Kamaruddin Simanjuntak lagi.
Kemudian ia juga menyinggung soal senjata Glock-17 yang dipakai Bharada E.
"Saya udah tahu Glock-17 ini kan buatan Austria, ini kan senjatanya para raja, minimal Brigjen dia," ungkap Kamaruddin.
Menanggapi hal itu, Susno Duadji pun menceritakan pengalamannya saat menjadi Kabareskrim dan dibekali ajudan.
"Kalau tidak ada kepentingan, dalam keadaan nomal tidak dipanggil, ya nggak mungkin lah (masuk kamar atasan)," kata dia tegas.
Namun ia menjelaskan, ada momen tertentu ajudan bisa masuk ke kamar pribadi atasannya.
"Kalau misalnya saya panggil, misalnya ini ada benda berat, misalnya barbel saya dari kamar pindahkan ke teras (baru masuk ke kamar). Artinya harus atas perintah," jelas dia lagi.
Ia pun menyebut, jika ada ajudan yang berani masuk ke kamar tanpa izin berarti sudah nekat dan siap kehilangan pekerjaannya.
"Tapi kalau dia masuk misalnya tanpa izin, nah ini berarti dia sudah tidak mau lagi ikut kita," kata dia.