Guru Berkarya
Belajar Bangun Ruang dengan Mudah menggunakan Pendekatan Realistik
Kurikulum 2013 menuntut guru untuk menciptakan suasana belajar yang menarik dan tidak membosankan siswa.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Oleh: Sri Sunarti, S.Pd.SD., SD Negeri Ngalian Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan
Kurikulum 2013 menuntut guru untuk menciptakan suasana belajar yang menarik dan tidak membosankan siswa.
Penguasaan kompetensi dasar merupakan standar siswa mencapai ketuntasan belajar.
Ketuntasan belajar siswa dapat diusahakan dengan menyajikan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa serta staregi pembelajaran yang sesuai.
Diperlukan upaya yang maksimal dari guru untuk mengembangkan setiap potensi siswa dengan melakukan langkah-langkah inovasi pembelajaran diantara semua mata pelajaran.
Matematika yang paling mudah diajarkan karena dalam pembelajaran matematika siswa dapat diaktifkan melalui penyelesaian soal.
Namun ironisnya nilai matematika justru menempati posisi paling rendah rata-rata kelasnya jika dibandingkan mata pelajaran lainnya khususnya materi Bangun Ruang.
Selain itu pelajaran matematika juga dianggap momok yang paling menakutkan.
Pemilihan pendekatan atau strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam proses belajar mengajar dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi ataupun konsep-konsep dasar yang akhirnya memberikan pengaruh pada aktivitas dan hasil belajar siswa.
Untuk mengatasi masalah tersebut di kelas VI SD Negeri Ngalian Kec.Tirto Kab. Pekalongan pada materi Bangun Ruang guru menerapkan metode ataupun pendekatan yang cocok pada materi tersebut yaitu menggunakan Pendekatan Realistik.
Menurut Soviawati (2011) Pembelajaran matematika realistik pada dasarnya merupakan pemanfaatan realistas dan lingkungan yang dipahami oleh siswa untuk membantu dalam proses pembelajaran sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan lebih baik dari sebelumnya.
Pembelajaran matematika realistic berkaita erat dengan beberapa hal diantaranya konsep-konsep matematika, pemecahan masalah dan kemampuan berpikir untuk menyelesaikan soal-soal sehari-hari (Anisa, 2014) Pendekatan Realistik digunakan dalam pembelajaran jaring-jaring bangun ruang karena pendekatan realistic menekankan suatu proses dalam nenemukan suatu jawaban.
Proses pembelajaran dengan pendekatan realistik pertama siswa diberi penguatan agar siswa fokus untuk belajar, kemudian masing-masing siswa menyiapkan pensil, kertas, penggaris dan gunting.
Guru membimbing siswa untuk membuat gambar kotak/persegi pada kertas yang sudah dipersiapkan siswa berjumlah enam dan saling berkait.
Kemudian siswa menggunting gambar yang sudah dibuat, dilipat pada garis tepinya untuk membentuk bangun ruang yang ditentukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Sri-Sunarti-SPdSD-SD-Negeri-Ngalian-Kecamatan-Tirto-Kabupaten-Pekalongan_1.jpg)