Liputan Khusus

Organda Kendal Sambut Baik Pembatasan BBM Subsidi, Minta Pasokan Lancar

Organda Kendal menyambut baik upaya pemerintah membatasi kendaraan yang berhak mendapatkan subsidi BBM melalui aplikasi Subsidi Tepat Mypertamina.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: m nur huda
Tribunjateng.com/Imah Masitoh
Ilustrasi suasana antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) kendaraan di SPBU - Organda Kendal menyambut baik upaya pemerintah membatasi kendaraan yang berhak mendapatkan subsidi BBM melalui aplikasi Subsidi Tepat Mypertamina. 

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Kendal menyambut baik upaya pemerintah membatasi kendaraan yang berhak mendapatkan subsidi BBM melalui aplikasi Subsidi Tepat Mypertamina.

Namun demikian, semua itu membutuhkan waktu untuk memahamkan dan mengedukasi masyarakat.

Ketua Organda Kendal, Jamaludin mengatakan, belum semua warga paham dengan skema kebijakan baru ini, utamanya para sopir yang tidak memiliki gadget memadai.

Dia berharap, kebijakan mendaftar lewat aplikasi Subsidi Tepat Mypertamina harus dilakukan simulasi dan pendampingan lebih lanjut. Supaya, tidak ada warga yang merasa dirugikan ketika kebijakan tersebut mulai diberlakukan serentak.

"Saya yakin masih banyak para sopir yang kadang tidak mengerti cara mendaftarnya, mungkin kalau sekadar whatsapp atau youtube bisa. Bukan tidak mungkin, nanti saat semua berlaku, masih ada orang yang belum paham, atau pura-pura tidak paham. Butuh simulasi dan pendampingan," kata Jamaludin, kepada tribunjateng.com, Senin (8/8/2022).

Menurut Jamaludin, pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan dan pihak-pihak terkait harus ikut serta melakukan sosialisasi terkait kebijakan ini. Dengan itu, dia berharap nantinya tidak timbul kegaduhan di lapangan.

Jamaludin berharap agar di setiap SPBU ditempatkan petugas yang melayani para sopir mengakses aplikasi pendaftaran Mypertamina.

Dia juga meminta agar Pertamina komitmen menjaga kelancaran pasok BBM subsidi selagi stok masih ada, sebagai bentuk konsekuensi atas penerapan kebijakan baru pembatasan subsidi BBM yang dinilai ribet oleh sebagain orang.

"Kendalanya saat ini penggunaan aplikasi Mypertamina belum semua paham. Masing-masing wilayah harus ada yang nuntun (mengarahkan, red), memberi edukasi. Tanpa itu, masyarakat akan kesulitan," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved