Berita Sukoharjo
Jatuh Bangun Perajin Wayang Kulit di Sukoharjo, Tak Ada Pentas Wayang Pesanan Pun Sepi
Kesenian wayang kulit adalah kebudayaan asli nusantara yang telah diakui dunia.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Dalang juga biasanya membeli wayang dalam jumlah banyak karena harus memiliki tokoh wayang yang lengkap.
Di masa pandemi ini, yang memesan wayang di tempatnya lebih banyak kolektor di banding dalang. Sehingga ini memengaruhi pendapatan.
"Kalau dulu banyak yang pesan dalang, kolektor sedikit. Sekarang hanya mengandalkan pesanan kolektor," katanya
Ia mengatakan, dalam situasi normal, di luar pandemi, sebetulnya permintaan wayang kulit tetap stabil.
Karena itu, ia berharap tidak ada pembatasan aktivitas kesenian masyarakat lagi yang berdampak pada matapencaharian pelaku seni dan pengrajin.
Ia mengatakan, biasanya pesanan wayang kulit memuncak saat musim Pileg atau Pilkada maupun musim hajatan di masyarakat.
Biasanya para calon pemimpin atau caleg menggelar pentas wayang kulit untuk masyarakat atau pendukungnya.
Pemerintah juga kerap mengundang grup wayang untuk pentas dalam even-even tertentu, misal HUT kabupaten.
Hanya even-even itu ditiadakan selama pandemi Covid 19 sehingga banyak yang kehilangan mata pencaharian. (*)