Berita Semarang
Warga Perantauan Tanggapi OTT KPK ke Bupati Pemalang, Jaka: Moto Diganti Pemalang Iklhas dan Korup
Warga Kab Pemalang yang merantau di Kota Semarang ikut geram dengar kasus OTT KPK.
Penulis: budi susanto | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Warga Kabupaten Pemalang yang merantau di Kota Semarang ikut geram mendengar kasus OTT KPK terhadap Bupati Pemalang.
Beberapa menyatakan moto Kabupaten Pemalang harus diganti karena banyak kasus korupsi.
"Ganti saja motonya Pemalang Ikhlas dan Korup, memalukan warga Pemalang saja," kata Jaka warga Comal saat ditemui Tribunjateng.com di Kota Semarang, Jumat (12/8/2022).
Ia juga menyebutkan, Kabupaten Pemalang tak pernah maju soal infrastruktur.
"Bayangkan saja dari saya SD sampai sekarang jalan di sana hancur semua. Tidak ada perubahan sama sekali," katanya.
Menurut Jaka, hal tersebut lantaran pemerintahan Pemalang tak benar mengelola APBD.
"Korupsinya dibesarkan-besarkan, ujung-ujungnya ditangkap KPK. Kami mendukung penangkapan itu, sekalian saja dibersihkan semua pejabatnya," kata pria 27 tahun itu.
Pernyata Jaka juga relevan dengan data jalan rusak di Kabupaten Pemalang.
Data yang dihimpun Tribunjateng.com, awal Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo dilantik pada Februari 2021, 289 titik jalan di Pemalang rusak parah.
Kerusakan itu tersebar di wilayah Kecamatan Watukumpul dengan 13 ruas, Kecamatan Belik 16 ruas, Kecamatan Pulosari 21 ruas, Kecamatan Moga 4 ruas, Kecamatan Warungpring 3 ruas.
Tak hanya itu, 12 ruas jalan di Kecamatan Randudongkal juga hancur, lalu terdapat 6 ruas jalan yang rusak di Kecamatan Bantarbolang, Kecamatan Bodeh 5 ruas dan Kecamatan Pemalang 111 ruas.
Yang terakhir kerusakan jalan ada di Kecamatan Taman sebanyak 61 ruas, Kecamatan Petarukan 18 ruas, Kecamatan Ampelgading 9 ruas, Kecamatan Comal 15 ruas dan Kecamatan Ulujami 11 ruas.
Jika diprosentasekan dari total jalan milik Kabupaten Pemalang sepanjang 765 kilometer, 333 kilometer atau 43,5 persen mengalami kerusakan parah.
Janji 100 hari kerja Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo untuk memperbaiki akses jalan saat itu juga gagal.
Bahkan pada April 2021, Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo meminta maaf karena tak bisa menepati janjinya untuk memperbaiki akses jalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jalan-panjaitan-pemalang1.jpg)