Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Berkarya

Matematika Bukanlah Momok!

Matematika menjadi sesuatu yang membuat takut karena matematika dianggap sebagai pelajaran yang sukar oleh banyak peserta didik di berbagai jenjang.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Istimewa
Kusworini, S.Pd. - SMP Negeri 1 Cepogo Kabupaten. Boyolali 

MATEMATIKA BUKANLAH MOMOK!

Kusworini, S.Pd.
SMP Negeri 1 Cepogo Kabupaten. Boyolali

Anggapan peserta didik di sekolah pada umumnya adalah bahwa mata pelajaran matematika adalah mata pelajaran yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dikarenakan matematika merupakan ilmu yang abstrak, tidak gampang untuk dipahami karena tidak nyata.

Matematika seringkali dianggap sebagai mata pelajaran yang tidak menyenangkan disebabkan oleh faktor guru yang sering disebut sebagai guru “killer” juga dijadikan alasan peserta didik untuk tidak menyukai pelajaran tersebut.

Matematika menjadi sesuatu yang membuat takut karena matematika dianggap sebagai pelajaran yang sukar oleh banyak peserta didik di berbagai jenjang.

Anggapan tersebut tidak bisa lepas dari persepsi yang ada dan berkembang dalam masyarakat di negeri ini tentang matematika.

Dalam mempelajari matematika diperlukan adanya kemampuan mengasah daya berpikir, bernalar, berargumentasi, serta pemecahan masalah meskipun pada kenyataannya banyak peserta didik yang merasakan ketakutan dan bahkan benci terhadap matematika sehingga dimungkinkan dapat membuang potensi, semangat, dan minat belajar untuk terus mempelajarinya selangkah demi selangkah atau dari yang mudah sampai ke yang sulit.

Perlu dilakukan upaya-upaya yang berbeda dari apa yang telah dilaksanakan selama ini, salah satunya adalah dari diri guru itu sendiri. Bukan hanya cara mengajar yang konvensional atau bahkan tradisional.

Menurut Noviana (2005), dalam pengajaran matematika diharapkan siswa benar-benar aktif.

Dengan belajar aktif diharapkan memiliki dampak positif pada siswa tentang apa yang dipelajari akan lebih lama bertahan dalam benak siswa.

Walaupun siswa termasuk dalam kategori mempunyai kemampuan yang pandai, namun apabila aktivitas dalam belajarnya rendah maka prestasi belajar metematika siswa tersebut tidak akan sebagus siswa yang lebih dalam belajarnya.

Dalam upaya meningkatkan kreativitas guru dalam mengajar serta mengelola proses pembelajaran matematika pada materi/pokok bahasan bangun ruang sisi datar sebagai materi pembelajaran kelas VIII SMP (Sekolah Menengah Pertama), dapat menggunakan metode kombinasi pendekatan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan media benda asli.

Model pembelajaran kooperatif menitikberatkan aktivitas sosial antar peserta didik serta peserta didik dengan guru dengan media benda asli yang memiliki potensi paling besar untuk meningkatkan pemahaman secara aplikatif dapat meningkatkan kemampuan penalaran dan pemahaman terhadap matematika.

Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw memiliki ciri terdapatnya kelompok ahli yang melakukan pendalaman lebih terhadap materi dengan ataupun tanpa bantuan guru, lalu menyampaikannya ke kelompok asal, sangat baik untuk meningkatkan kemampuan penalaran dan pemahaman. Meningkatnya kemampuan penalaran dan pemahaman peserta didik terhadap matematika tersebut akan berdampak pada meningkatnya hasil belajar peserta didik.

Sehingga mereka mampu mencapai atau bahkan melampaui ketuntasan belajar minimal yang diharapkan.

Guru dapat melibatkan teman sejawat dalam mendiskusikan metode pembelajaran agar dapat diperoleh hasil yang optimal bagi peserta didik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved