Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Menilik Wisata Petik Melon Hidroponik di Kudus, Deni Saputra Kembangkan Empat Varietas

Tempat wisata yang baru dirintis beberapa tahun ini menyuguhkan buah melon yang bisa dipetik langsung oleh pengunjung.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Deni Saputra, pemilik Muria Farm Hidroponik menunjukkan buah melon hidroponik siap panen untuk wisata petik melon di Dusun Dusun Kauman, Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Minggu (21/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Di Kabupaten Kudus, ada tempat wisata baru bernama wisata petik melon.

Tempat tersebut berada di Muria Farm Hidroponik yang terletak di Dusun Kauman, Desa Besito, Kecamatan Gebog, berjarak sekira 7 kilometer dari pusat kota Kudus.

Tempat wisata yang baru dirintis beberapa tahun ini menyuguhkan buah melon yang bisa dipetik langsung oleh pengunjung.

Baca juga: PMI Kudus Genjot Pelaksanaan Donor Darah di Berbagai Sektor

Baca juga: Jalin Kerjasama Bidang Medis, RSUD dr Loekmono Hadi Dukung Performa Atlet Persiku‎ Kudus

Namun, tidak buka setiap hari atau setiap pekan, melainkan musiman ketika waktu panen tiba empat kali dalam setahun.

Pemilik usaha, Deni Saputra mengatakan, wisata petik melon ini dirintis membutuhkan waktu beberapa tahun.

Dia menjelaskan, pada 2012 mulai merintis budidaya tanaman dengan cara hidroponik dan greenhouse di belakang rumah.

Tiga tahun setelahnya, usaha tanaman Deni berkembang dan mulai merintis di lahan yang lebih luas yakni 3.500 meter persegi. 

Di lahan itu, Deni mulai membangun satu greenhouse seluas 1.500 meter persegi untuk budidaya sayuran selada.

"Kami coba tekuni yang ada sampai saat ini."

"Empat tahun setelahnya, saya mulai mengembangkan usaha merambah ke tanaman buah," terangnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (21/8/2022).

Sejak 2019, Deni membangun kembali dua greenhouse, masing-masing seluas 500 meter persegi.

Dia pun memilih tanaman melon premium menjadi objek tanamnya yang terus dikembangkan hingga saat ini.

Deni menuturkan, ada empat jenis melon yang ditanam, mulai dari Japannes melon, dalmation, inthanon, dan jonetsu.

Keempat macam melon tersebut, lanjutnya, merupakan melon jenis premium yang dibudidayakan dengan model tanam hidroponik.

Saat ini, Deni memiliki 5 karyawan tetap yang membantunya dalam merawat 3.000 pohon melon per musim panen.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved