Berita Karanganyar

Ditemukan Meninggal Kondisi Tangan dan Kaki Terikat, Ngadiman Sempat Pamit ke Tetangga dan Anak

Menantu korban, Darus Syamsuri (29) menyampaikan, mertuanya sempat pamit kepada tetangga hendak pergi ke sungai pada Minggu sekira pukul 11.30

Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Agus Iswadi
Suasana rumah duka di wilayah Tegalwinangun Kelurahan Tegalgede Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Senin (22/8/2022) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Warga Tegalwinangun Kelurahan Tegalgede Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Ngadiman (63) sempat pamit kepada anaknya dan tetangga sebelum ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tangan dan kaki terikat di aliran Sungai Siwaluh pada Minggu (21/8/2022) sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga, jenazah sudah dimakamkan di TPU setempat pada Senin (22/8/2022) dini hari.

Sebelumnya kepolisian telah melakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian Ngadiman di RSUD Karanganyar pada Minggu malam.

Menantu korban, Darus Syamsuri (29) menyampaikan, mertuanya sempat pamit kepada tetangga hendak pergi ke sungai pada Minggu sekira pukul 11.30.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ditemukan Mayat Kondisi Tangan dan Kaki Terikat di Sungai Siwaluh Karanganyar

Baca juga: Kemendikbudristek Berhentikan Karomani Sebagai Rektor Unila Setelah OTT KPK, Rumah Mewahnya Disorot

Hingga akhirnya, Darus yang saat itu tengah berada di Ngargoyoso dihubungi oleh anggota keluarga supaya mencari mertuanya karena belum kembali pulang hingga sore hari.

"Habis Ashar dihubungi, suruh mencari karena tidak pulang-pulang," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin siang.

Darus yang mendapatkan informasi penemuan mayat lantas mengecek ke lokasi yang tidak jauh dari rumah.

Setelah mengecek mayat di dalam kantong jenazah, lanjutnya, memang benar mayat tersebut ialah mertuanya.

Evakuasi mayat yang ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat di aliran Sungai Siwaluh Tegalgede Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Minggu (21/8/2022) sore.
Evakuasi mayat yang ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat di aliran Sungai Siwaluh Tegalgede Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Minggu (21/8/2022) sore. (Dokumentasi Humas Polres Karanganyar)

Dia menuturkan, berdasarkan pemeriksaan awal pihak kepolisian dan petugas medis memang tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan maupun kekerasan.

Mengingat ada kejanggalan karena kondisi mayat terikat rafia pada tangan dan kaki akhirnya dilakukan autopsi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved