Berita Kudus

Bupati Kudus HM Hartopo Dorong PMR Jadi Relawan Tanggap Bencana

Sebanyak 64 pembina palang merah remaja (PMR) di jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA sederajat mengikuti pelatihan ke-PMR-an tingkat mula, madya

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Catur waskito Edy
Dok Diskominfo Kudus
Bupati Kudus HM Hartopo memberikan arahan kepada puluhan pembina PMR yang mengikuti pelatihan di kantor PMI, Selasa (23/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sebanyak 64 pembina palang merah remaja (PMR) di jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA sederajat mengikuti pelatihan ke-PMR-an tingkat mula, madya, dan wira di PMI Kabupaten Kudus, Selasa (23/8/2022). Pelatihan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang PMR. 

Bupati Kudus, HM Hartopo mengatakan, anggota PMR harus siap menjadi relawan yang andal ketika terjadi bencana. 

Menurutnya, kader PMR adalah generasi penting anggota PMI yang harus tetap dijaga dan dimaksimalkan sebaik mungkin.

Dia berharap, pembinaan PMR harus optimal, tidak hanya sekadar seremonial saja. 

HM Hartopo menegaskan, penanaman rasa kemanusiaan dan kesiapsiagaan harus dilakukan sedini mungkin.

Dengan itu, dia berharap, karakter peduli anggota PMR terhadap sesama bisa terbentuk dan menjadi relawan yang andal saat terjadi kebencanaan.

"Setelah pelatihan ini, pembina PMR bisa menanamkan sikap kesiapsiagaan agar anggota PMR bisa jadi relawan andal," pintanya.

Di samping itu, Bupati Hartopo juga meminta agar ekstrakurikuler Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) digalakkan kembali, sebagai bekal dalam hal Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).

"UKS harus digalakkan lagi biar siswa punya kompetensi P3K," tegasnya.

Ketua PMI Kabupaten Kudus, Rina Budhy Ariani menerangkan, pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang PMR.

Kata dia, pembina PMR yang mengikuti pelatihan akan dididik dalam meningkatkan kompetensi masing-masing. 

"Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi pembina PMR di masing-masing jenjang pendidikan," ujarnya. 

Satu pembina PMR dari SMP NU Al-Ma'ruf Kudus, Desi Ratnasari mengaku antusias mengikuti pelatihan selama tiga hari. 

Dia berharap, bisa menyerap banyak wawasan, dan ilmu pengetahuan untuk ditularkan kepada anggotanya. 

"Dengan pelatihan ini, kami jadi lebih paham seluk beluk organisasi yang bergerak di bidang ke-PMR-an, bisa meningkatkan wawasan dalam bidang kemanusiaan," katanya. (Sam)

Baca juga: BABAK I Persebaya vs PSIS : Kedudukan Masih Imbang 0-0

Baca juga: Penemuan Mayat di Persawahan Sragi Pekalongan, AKP Farid : Tidak Ada Tanda-tanda Kekerasan

Baca juga: Setelah Selesai Dibangun, Pendopo Rumah Dinas Kabupaten Karanganyar Dapat Menampung 600 Orang

Baca juga: Video Anggota TNI Bentrok dengan Brimob di Jayawijaya, 4 Anggota Terluka

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved