Liputan Khusus
Tiarap Sementara, Eks Pengepul: Togel Bakal Beroperasi Lagi Bila Sudah Kondusif
Mantan pengepul atau penambang judi togel di Kota Semarang menilai tiarapnya para bandar togel akhir-akhir ini hanya bersifat sementara.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mantan pengepul atau penambang judi togel di Kota Semarang menilai tiarapnya para bandar togel akhir-akhir ini hanya bersifat sementara.
Menurut pria yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan, pelapak togel bakal kembali jualan saat situasi kondusif.
Ia mengatakan, hal itu biasa dalam dunia togel. Penjual akan cari aman. Mereka akan tiarap saat situasi kurang menguntungkan seperti sekarang ini.
Namun demikian, umumnya penambang hanya kenal libur saat H-7 Ramadan dan H-7 Lebaran. Selain dua momen itu, penjual tetap buka.
Baca juga: GP Ansor Jateng Dukung Polri Berantas Judi, Tapi Jangan Lupakan Bandarnya
"Karena saat itu banyak operasi dari polisi sekaligus menghormati Ramadan," terangnya, Rabu (24/8).
Selain itu, pihaknya juga akan meliburkan diri semisal ada kejadian menonjol di kepolisian sehingga digencarkannya operasi soal judi. Sedangkan soal razia, biasanya dilakukan polisi di bulan-bulan tertentu dan menyasar pelapak yang nekat buka.
Namun, para agen biasanya akan menginformasikan ke tingkat pengepul agar tidak beroperasi terlebihdahulu. Mereka juga menyuruh atribut di warung segera dicopot hingga nanti buka lagi sesuai instruksi agen
"Dulu misal ditangkap polisi, agen tanggung jawab. Nanti yang urus di polisi, agen dan bandar. Tapi dulu Kami main aman tak akan buka saat masih gencar operasi sehingga kami tak pernah tertangkap," lanjutnya.
Sedangkan melihat situasi seperti sekarang ini, menurutnya para agen dan bandar akan tutup. Namun bila suasana kondusif, pria 25 tahun ini yakin, togel akan kembali beroperasi.
"Ya lihat saja nanti pasti buka lagi karena pangsa pasar judi togel menggiurkan," sambungnya.
Di sisi lain, ia mengungkapan, saat masih jadi penambang empat tahun lalu, ia mendapat komisi secara harian. Tugasnya untuk melayani pembeli togel hingga menyetorkan uang pembelian nomor pada agen. Kala ia masih berkecimpung di dunia togel, paling laris adalah Kuda Lari dan Hongkong.
Menurutnya, tiap sore ia didrop kertas togel oleh agen dan ludes dalam hitungan jam. Ia mengatakan, omzet lapaknya sekitar Rp 2 juta per hari di mana ia mendapat komisi sebesar 20 persen.
"Tapi belakangan banyak agen yang ganti penjual perempuan, itu sistemnya gaji bulanan beda dengan dahulu yang dibayar harian," jelasnya.
Hampir dua tahun malang melintang jadi penjual judi togel, ia mengaku sudah kapok sebab tidak ada keuntungan yang didapat karena uangnya cepat habis. Ia pun merasakan kejenuhan berada di dunia pertogelan.
"Tidak ada orang kaya dari judi kecuali jadi bandar. Saya merasa tak nyaman di dunia itu," paparnya.
Diakuinya mendapat uang dari dunia judi gampang karena tinggal duduk tidak perlu modal. Tidak enaknya, adakala pembeli kurang ajar dan suka berutang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/warung-togel-yang-memilih-tiarap-dengan-menutup-warungnya-menyusul-1.jpg)