Berita Pekalongan

Alhamdulillah, Kunjungan Perpustakaan Makin Membaik di Pekalongan, Karena Dua Faktor Utama Ini

Tahun ini Pemkot Pekalongan targetkan rangking kegemaran membaca warga bisa masuk 20 besar dari 35 kabupaten/kota se- Jawa Tengah

PEMKOT PEKALONGAN
Beberapa pelajar sedang membaca buku di Perpustakaan Kota Pekalongan yang beralamat di Kawasan Kota Tua Jetayu, belum lama ini. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dinarpus Kota Pekalongan menyampaikan, tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan mengalami peningkatan. 

Peningkatan itu terjadi seusai angka kasus Covid-19 melandai.

Kabid Perpustakaan Dinarpus Kota Pekalongan, Ismanto mengatakan, kunjungan perpustakaan hingga Agustus 2022, tercatat sudah lebih dari 15 persen.

Baca juga: Pemkot Pekalongan Pastikan Stok dan Harga Gas Elpiji Aman

Baca juga: Dua Rekomendasi Rumah Makan Padang Enak di Kota Pekalongan

Angka tersebut sudah lebih dari target awal yang ditentukan. 

Pihaknya pun optimis pada akhir tahun tingkat kunjungan mencapai 30 persen.

"Target ini dimaksudkan untuk memperbaiki ranking kegemaran membaca masyarakat." 

"Targetnya di tahun ini bisa masuk 20 besar dari 35 kabupaten/kota se- Jawa Tengah," kata Ismanto kepada Tribunjateng.com, Jumat (26/8/2022).

Ismanto menjelaskan, ada berbagai faktor yang menyebabkan tingkat kunjungan masyarakat meningkat.

Baca juga: Paripurna Istimewa, Puncak Peringatan HUT ke 400 Kabupaten Pekalongan

Baca juga: Kirab Budaya HUT ke 400 Kabupaten Pekalongan, Bupati Fadia Arafiq: Lelah Tapi Menyenangkan

Pertama karena angka kasus Covid-19 sudah melandai. 

Lalu juga dipicu karena pembelajaran tatap muka (PTM) sudah berlangsung secara 100 persen.

Menurut Ismanto, pihaknya juga melakukan berbagai upaya untuk menarik ketertarikan pengunjung. 

Seperti melengkapi fasilitas pelayanan, meningkatkan sumber daya manusia (SDM), dan inovasi pelayanan.

“Kami juga menggandeng PKK karena organisasi ini punya jangkauan luas di masyarakat." 

"Kami optimis setelah pandemi melandai, bisa memasyarakatkan kegiatan literasi,” ungkapnya. (*)

Baca juga: Cara ASN Sukoharjo Bantu Petani Lokal, Gaji Dipotong Buat Beli Beras, Dihargai Rp 11.000

Baca juga: Satu Keluarga Terlihat Profesional, Kompak Curi Kucing Ras Seharga Rp 2,2 Juta di Petshop Semarang

Baca juga: Harga Telur Ras Saingi Daging Ayam, Selisihnya Cuma Rp 2.000 di Kabupaten Demak

Baca juga: Duh Kok Bisa? Temuan Bawaslu Jepara, Ada Ribuan Data Ganda Anggota Parpol

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved