Berita Pekalongan

Ibu-ibu di Pekalongan Dapat Pelatihan Hadapi Hewan Berbahaya Ular

Satpol P3KP Kota Pekalongan sosialisasi hadapi hewan berbahaya ular kepada ibu-ibu.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: sujarwo
Dinkominfo Kota Pekalongan
Satpol P3KP Kota Pekalongan memperlihatkan cara penanganan hewan berbahaya ular yang dilakukan profesional di Kantor PKK Kota Pekalongan, Jumat (26/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Satuan Polisi Pamong Praja Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Satpol P3KP) Kota Pekalongan, memberikan sosialisasi menghadapi hewan berbahaya ular kepada ibu-ibu, Jumat (26/8/2022).

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor PKK Kota Pekalongan.

Selain penanganan hewan berbahaya, kaum ibu juga diberikan cara penanggulangan kebakaran.

Kepala Satpol P3KP kota Pekalongan, Sriyana mengatakan, sosialisasi dengan sasaran kaum ibu ini sangat penting. 

Karena sebagian besar mereka rata-rata menghabiskan waktunya di rumah.

Satpol P3KP Kota Pekalongan memperlihatkan cara penanganan hewan berbahaya ular yang dilakukan profesional di Kantor PKK Kota Pekalongan, Jumat (26/8/2022).
Satpol P3KP Kota Pekalongan memperlihatkan cara penanganan hewan berbahaya ular yang dilakukan profesional di Kantor PKK Kota Pekalongan, Jumat (26/8/2022). (Dinkominfo Kota Pekalongan)

Menurut Sriyana, kaum ibu bisa menghadapi hewan berbahaya seperti ular dengan teknik STOP, yakni silent, thinking, observe, dan prepare.

Silent artinya diam untuk menghindari gerakan kaki yang akan membuat hewan merasa terancam. 

Thinking mencari tahu jenis hewan, sehingga jika berbisa bisa lebih meningkat kewaspadaan. 

Obersevation artinya melihat di sekeliling untuk mencari tempat aman menyematkan diri.

Terakhir, prepare artinya bersiap untuk menghindar dan menyelematkan diri. 

"Kami berharap penanganan dini ini bisa dilakukan oleh orang rumah sebelum adanya pertolongan dari tenaga profesional," kata Sriyana, dalam rilis yang diterima tribunjateng.com. 

Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan sosialisasi penanganan hewan berbahaya tersebut. 

Karena kejadian seperti itu bisa terjadi sewaktu-waktu 

Sehingga perlu adanya pemberian wawasan untuk menumbuhkan kemandirian kaum ibu.

"Sosialisasi ini rutin ini akan membuat ibu-ibu semakin bisa melakukan penanganan dini terhadap bencana kebakaran atau hewan berbahaya.  Saya harap mereka bisa getok tular, saling memberi informasi kepada masyarakat sekitarnya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved