Berita Kudus

Santunan Kematian yang Diserahkan Pemkab Kudus Mencapai Rp 881 Juta

Santunan kematian itu diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kudus HM Hartopo. Nominal santunan yang diterima oleh ahli waris yakni sebesar Rp 1 juta

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Rifqi Gozali
Sejumlah ahli waris menerima santunan kematian di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (29/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus menyerahkan santunan kematian kepada 100 ahli waris di Pendopo Kabupaten Kudis, Senin (29/8/2022).

Bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban ahli waris dalam menanggung biaya kematian.

Santunan kematian itu diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kudus HM Hartopo. Adapun nominal santunan yang diterima oleh ahli waris yakni sebesar Rp 1 juta.

Hartopo mengatakan, jika memang ada warga yang tidak mampu bisa mengurus santunan kematian ketika ada anggota keluarga yang meninggal.

Untuk itu dia berharap seluruh lapisan masyarakat bisa menyosialisasikan program tersebut.

"Makanya saya ingatkan supaya saling mengingatkan kalau ada tetangga yang meninggal, karena kami butuh untuk perlengkapan administrasi untuk laporan pertanggungjawaban," kata Hartopo.

Penyerahan santunan kematian kali ini merupakan hasil rekapitulasi pengajuan oleh ahli waris pada Juli 2022. Totalnya ada 100 santunan kematian yang diserahkan pada ahli waris.

Memang nominal santunannya hanya Rp 1 juta, untuk ongkos pemulasaraan berikut pemakaman, ujar Hartopo, bisa dikatakan masih belum mencukupi.

Tapi setidaknya adanya santunan bisa sedikit meringankan beban.

"Saya lihat sekarang juga sudah banyak bantuan dari warga sekitar. Bagian dari rasa empati mereka. Kalau ada yang meninggal kain kafan patok bantuan dari mereka (warga)," kata dia.

Untuk santunan kematian tahun ini Pemkab Kudus mengalokasikan anggaran mencapai Rp 2 miliar. Sedangkan total yang sudah dicairkan sampai pada pengajuan Juli 2022 yakni sebesar Rp 881 juta.

Salah seorang ahli waris penerima santunan kematian, Fitri (28), warga Jepang, Kecamatan Mejobo akan menggunakan santunan tersebut untuk keperluan kirim doa untuk mendiang ayahnya yang wafat 50 hari yang lalu.

"Ini kan haknya beliau yang sudah tiada, maka digunakan untuk beliau. Untuk kirim doa pada beliau. Dikembalikan lagi buat beliau," kata Fitri.

Fitri mengatakan, dia mengajukan santunan kematian tiga haru setelah sang ayah wafat. Administrasi yang perlu dilengkapi yakni berupa surat pengantar dari RT, kemudian ke balai desa, sampai kecamatan.

"Dari kecamatan terus ke dinas sosial. Alhamdulillah lancar dan ini sudah dicairkan," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved