Berita Batang

Setelah Ramai Guru Agama Cabuli Puluhan Siswi, Disdikbud Batang Buka Posko Pengaduan

Disdikbud Kabupaten Batang bakal memberikan trauma healing kepada korban pencabulan oleh oknum guru agama SMP di wilayah Gringsing.

Penulis: dina indriani | Editor: m nur huda
dina indriani
Oknum guru pelaku pencabulan, Agus Mulyadi saat menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polrses Batang, Selasa (30/8/2022). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang bakal memberikan trauma healing kepada korban pencabulan oleh oknum guru agama SMP di wilayah Gringsing. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang bakal memberikan trauma healing kepada korban pencabulan oleh oknum guru agama SMP di wilayah Gringsing.

"Kami segera akan melakukan trauma healing kepada korban. Jadi, kami tidak terbatas kepada para korban, tapi kami akan melakukan secara umum agat bisa menjamin perkembangan psikologis anak agar lebih baik," tutur Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disdikbud Batang, M Arif Rahman, kepada Tribun Jateng, Selasa (30/8/2022).

Sebelumnya diberitakan, seorang guru agama yang juga pembina OSIS di sebuah SMP di Gringsing, AM (33), mencabuli puluhan siswi.

Pelaku yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) itu mencabuli korban dalam kegiatan OSIS. Dengan beralasan melakukan tes kejujuran, tersangka melakukan pelecehan ke alat vital para korban. Sejauh ini baru 13 korban yang melapor ke polisi.

Arif menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah membuka posko pengaduan bagi para korban bersama dengan Polres dan Polsek.

“Posko pengaduan dibuka di sekolah, dilakukan tidak secara terbuka karena menyangkut nama baik (korban)," ujar Arif.

Dalam menyikapi kasus dugaan pelecehan seksual tersebut, kata Arif, Disdikbud melakukan dengan hati-hati hal itu agar siswa sesudah peristiwa ini bisa tetap melanjutkan pendidikan dengan baik tanpa trauma.

"Hal-hal seperti ini tentu sangat disayangkan dan jangan sampai terjadi pada siapa pun. Tentu kami harus melindungi dan merangkul karena menyangkut perkembangan psikologi anak," imbuhnya.

Atas kejadian itu, Disdikbud Batang mengambil sejumlah langkah dengan segera melakukan pembinaan secara masif kepada seluruh kepala sekolah di Kabupaten Batang, mulai dari jenjang TK, SD, dan SMP.

Poin-poin yang disampaikan dalam pembinaan itu, antara lain untuk kegiatan siswa yang dilaksanakan di luar jam dinas atau jam sekolah atau lebih dari pukul 14.00, kepala sekolah harus mengawasi atau berada di sekolah selama kegiatan tersebut.

"Seandainya kegiatan itu tidak (dilaksanakan) di sekolah, maka pihak sekolah harus membuat laporan proposal maupun surat pertanggungjawaban mutlak kepada Disdikbud agar kegiatan itu bisa dilaksanakan sehingga ada yang bertanggung jawab," terangnya.

Dia berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali. Oleh karena itu, Disdikbud Batang akan memperkuat pengawasan melalui kepala sekolah.

"Kami juga minta bantuan ke masyarakat untuk bersama mengawal pendidikan di Kabupaten Batang agar bisa berjalan dengan baik aman dan nyaman serta tidak terjadi peristiwa seperti itu lagi," ujarnya.

Terkait dengan sanksi kepada pelaku, kata Arif, pihaknya menyerahkan pada proses hukum yang ada.

"Untuk sanksi yang akan diberikan secara kepegawaian itu menjadi ranahnya Badan Kepagawaian Daerah (BKD)," katanya.

Bisa bertambah

Sementara, itu hingga saat ini korban pencabulan yang telah melaporkan ke Polres Batang mencapai 13 orang.

"Hari ini (Selasa lalu—Red) ada enam laporan baru. Sebelumnya tujuh laporan sudah kami proses, dan kemungkinan akan bertambah nanti akan dirilis," terang Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Yorisa Prabowo.

Dalam pengakuan sementara, tersangka mengaku melakukan tindakan asusila pada lebih dari 20 siswi. "Ini masih didalami lebih lanjut, dalam proses," ujar Yorisa, Selasa. (din/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved