Polisi Tembak Polisi

Brigjen Hendra Kurniawan Suami Seali Syah yang Larang Buka Peti Jenazah Brigadir J Jadi Tersangka

Birgjen Hendra Kurniawan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua alias Brigadir J. 

Editor: galih permadi
fame.grid.id
Seali Syah Alam dan suami Brigjen Hendra Kurniawan 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Birgjen Hendra Kurniawan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua alias Brigadir J

Brigjen Hendra, suami Sekali Syah ditetapkan tersangka bersama lima perwira lainnya. 

Brigjen Hendra ditetapkan tersangka diduga menghalangi keluarga Brigadir J membuka peti jenazah Brigadir J

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menetapkan enam anggota polisi sebagai tersangka terkait obstruction of justice atau menghalangi penyidikan kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Baca juga: Potret Asli Jenazah Brigadir J, 1 Jam Setelah Ditembak Bharada E dan Sambo: Foto Dari Recycle Bin HP

Baca juga: Begini Cara Komnas HAM Mendapat Foto Asli Jenazah Brigadir J Setelah Ditembak di Rumah Ferdy Sambo

Jenazah Brigadir J seusai ditembak Bharada E dan Ferdy Sambo
Jenazah Brigadir J seusai ditembak Bharada E dan Ferdy Sambo (Tangkapan Layar kompastv)

“Betul, Direktorat Siber Bareskrim Polri telah menetapkan enam anggota Polri sebagai tersangka (BJP HK, KBP ANP, AKBP AR, KP CP, KP BW, dan AKP IW),” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Kamis (1/9/2022).

Kemudian, Kompol Baiquni Wibowo selaku PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, Kompol Cuk Putranto selaku PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, dan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri.

Dedi belum bicara banyak terkait pasal yang menjerat enam tersangka itu.

Menurut dia, hal itu akan diinformasikan secara lebih lanjut.

“Nanti di-update lagi, menunggu info penyidik,” kata dia.

Dedi juga mengatakan, saat ini keenam tersangka sudah diproses di tahap penyidikan.

Proses penyidikan, kata dia, juga akan beriringan dengan proses sidang kode etik.

“Ya sudah masuk ranah sidik dan secara pararel untuk sidang KKEP juga jalan,” ujar Dedi.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Brigjen (Pol) Asep Edi Suheri sempat mengatakan ancaman pidana yang dapat ditersangkakan kepada personel yang terbukti menghalangi penyidikan atau obstruction of justice cukup tinggi.

Mereka bisa dikenakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 32 dan 33.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved