Berita Pekalongan

Tahun Ini Pemkot Pekalongan Usulkan 117 Formasi PPPK Guru

Jumlah formasi guru yang diusulkan Pemkot Pekalongan akan mengambil dari pelamar PPPK guru yang lolos passing grade (PG) pada 2021.

PEMKOT PEKALONGAN
DOKUMENTASI Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid menyerahkan SK PPPK Formasi Tahun 2021, Kamis (12/5/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemkot Pekalongan mengusulkan 117 formasi guru dalam rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2022 kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN RB).

Usulan ratusan formasi PPPK guru tersebut menindaklanjuti banyaknya ASN guru yang purna.

Kepala BKPSDM Kota Pekalongan, Anita Heru Kusumorini mengatakan, kebutuhan guru di Kota Pekalongan cukup banyak.

Baca juga: LPSK Datangi Kejari Pekalongan, Tanggapi Laporan Teror Saksi Tagihan Fiktif Pelabuhan PLTU Batang 

Baca juga: Pemkab Pekalongan Gelontorkan Anggaran Rp 2,5 Miliar untuk Perbaikan Jalan di Simego Petungkriyono

Baca juga: Inilah Aplikasi Omahe Dewe, Database Infrastruktur Permukiman di Kota Pekalongan

Baca juga: MAN Insan Cendekia Pekalongan Peringkat 4 Sekolah Terbaik di Indonesia Berdasarkan Nilai UTBK

Sebab ada sekira 150 guru yang sudah memasuki masa purna tugas atau pensiun. 

"Kalau dinas pendidikan sudah mengantisipasi dengan guru pengganti yang SK- nya diterimakan belum lama ini." 

"Kami juga mengusulkan SDM guru melalui proses seleksi PPPK, diusulkan pada tahun ini ada 117 orang ke Kemenpan RB," kata Anita kepada Tribunjateng.com, Jumat (2/9/2022).

Anita menjelaskan, jumlah formasi guru yang diusulkan akan mengambil dari pelamar PPPK guru yang lolos passing grade (PG) pada 2021.

Pengusulan formasi guru tersebut disesuaikan kemampuan anggaran daerah. 

Data tersebut akan pihaknya ambil dari data di Pemerintah Pusat.

"Jadi yang lolos passing grade tidak semua bisa langsung diangkat menjadi PPPK guru." 

"Namun pengangkatan akan dilakukan secara bertahap, dimana batas usia pelamar PPPK guru maksimal 59 tahun atau 1 tahun sebelum masa pensiun guru," jelasnya. (*)

Baca juga: Apa Kabar Proyek SPAM Semarang Barat? Camat: Semoga Selesai Tepat Waktu

Baca juga: Kecurigaan Polisi Terbukti, Dua Warung di Margoyoso Pati Ini Jual Miras, Puluhan Botol Disita

Baca juga: Yayasan MAJT: Silakan Pedagang Tempati Eks Relokasi Johar Semarang, Jika Masih Kerasan

Baca juga: Realisasi Pajak PBB P-2 di Karanganyar Baru 58 Persen, Bisakah Capai Target Tahun Ini?

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved