Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Belimbing Tanah, Tumbuhan Bermanfaat Untuk Obat Diare Hingga Wasir

Tumbuhan Belimbing tanah atau Oxalis barrelieri L. adalah sejenis gulma yang sering ditemui di pinggiran hutan

Editor: galih permadi
budi santoso/BKSDA Jateng
Belimbing Tanah, Tumbuhan Bermanfaat Untuk Obat Diare Hingga Wasir 

TRIBUNJATENG.COM - Tumbuhan Belimbing tanah atau Oxalis barrelieri L. adalah sejenis gulma yang sering ditemui di pinggiran hutan, kebun atau tanah yang kosong.

Tumbuhan ini memiliki nama daerah yang beragam, antara lain Belimbing tanah (Indonesia), Belimbing-belimbingan (Jawa), dan Calincing, Cacalincingan (Sunda).

Keluarga Oxalidaceae ini tumbuh di kerimbunan semak-semak yang terlindung dari sinar matahari, di tegalan, kebun, sepanjang tembok dan pagar, pada tanggul kecil dan jalan setapak di hutan, terdapat di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah (Widhyastini et al., 2012).

Morfologi
Tumbuhan herba ini kadang berkayu pada bagian bawah, tingginya hanya 15-60 cm.

Daun lebat dari bawah dengan susunan majemuk menyirip dengan 3 anak daun.

Bentuk daun lanset hingga bundar telur, menyempit pada kedua ujung, tekstur licin pada permukaan atas daun dan berambut di permukaan bawahnya.

Anak daun bagian ujung memiliki ukuran terbesar daripada 2 pinak daun bagian samping. Panjang daun 13-55 mm, lebar 9-31 mm, dan tangkai daun 10 mm.

Anak daun bagian samping berukuran panjang 12-35 mm dan lebar 5-24 mm, ketiga tangkai pinak daun memiliki ukuran yang sama panjang.

Perbungaan tersusun secara simus, tangkai bunga 2-5 mm, daun mahkota berwarna merah muda.

Buah bertipe kapsula lokulisidal berbentuk bulat telur hingga lonjong, terdapat 3 biji pada masing-masing lokul, rasanya masam (Backer et al., 1965).

Ekologi
Belimbing tanah tumbuh di kerimbunan semak-semak yang terlindung dari sinar matahari, di tegalan, kebun, sepanjang tembok dan pagar, pada tanggul kecil dan jalan setapak di hutan.

Tumbuh ini mampu beradaptasi di dataran rendah sampai ketinggian 1.300 m. di atas permukaan laut (Widhyastini et al., 2012).

Kandungan Fitokimia
Belimbing tanah mengandung senyawa polifenol dan saponin dengan kadar rendah. Daunnya mengandung asam oksalat sehingga rasanya asam, sebaiknya konsumsi dalam jumlah besar dihindari, karena kandungan asam oksalat yang besar akan mengikat pasokan kalsium dalam tubuh, hal ini dapat mengakibatkan tubuh akan kekurangan gizi.

Bagi orang dengan kecenderungan untuk rematik, arthritis, asam urat, batu ginjal atau hyperacidity harus berhati-hati dalam mengkonsumsi daun Belimbing tanah karena dapat memperburuk kondisi mereka.

Manfaat
Masyarakat di Indoensia memanfaatkan tumbuhan ini sebagai lalapan atau sayuran (de Padua et al., 1999). Di Kamerun, tumbuhan ini digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan diare dengan cara direbus atau decocta (Tagne et al., 2015). Beberapa penelitian melaporkan potensi tumbuhan ini sebagai antihiperglikemik dan mempercepat penyembuhan luka.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved