Berita Sukoharjo
Kisah Bambang Perajin Rotan Asal Trangsan Sukoharjo, Sempat Ekspor ke Jerman
Kabupaten Sukoharjo dikenal sebagai sentra industri berbagai Kerajinan rakyat. Di antaranya kerajinan rotan (penjalin) di Desa Trangsan.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG. COM, SUKOHARJO - Kabupaten Sukoharjo dikenal sebagai sentra industri berbagai Kerajinan rakyat. Di antaranya kerajinan rotan (penjalin) di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo.
Bahkan Presiden Jokowi ikut mendirikan usaha mebel di desa ini. Desa Trangsan bukan daerah hutan penghasil rotan. Namun jangan salah, di desa itu, aneka kerajinan berbahan rotan bisa ditemukan. Khususnya mebeler.
Bahan rotan didatangkan dari Kalimantan.
Baca juga: HUT Ke 473 Kudus, Hartopo Gelar Pekan UMKM dan Gratiskan PIRT
Baca juga: Mobil Keliling Disdukcapil Karanganyar Sambangi Alun-alun, Dekatkan Pelayanan Kepada Masyarakat
Baca juga: 81.754 KPM di Blora Terima BLT BBM, Dua Kecamatan di Blora Jadi Penerima Perdana
Oleh warga yang kreatif, bahan itu disulap menjadi aneka kerajinan. Hingga desa itu dijululi sentra industri rotan.
Seperti halnya Bambang, warga Rt 1 Rw 8 Desa Trangsan. Ia memulai usaha itu sejak tahun 1998. Awal merintis, usaha Bambang langsung melesat. Ia langsung mengekspor produknya ke Jerman.
"Dulu saya hanya jual bahan (rotan), setelah itu saya dapat tawaran untuk ekspor, " katanya, Sabtu (10/9/2022)
Bambang bukan generasi awal perajin rotan. Keterampilan membuat kerajinan sudah diwariskan turun temurun.
Sayangnya usahanya seketika terpuruk saat barang yang dia kirim untuk ekspor tak terbayar. Padahal nilainya besar. Bambang pun akhirnya gulung tikar.
Ia harus kembali memulai usahanya dari nol. Ia tak lagi menjual produknya untuk ekspor.
Bambang kini hanya melayani pasar lokal yang tak terlalu berisiko.
Ia fokus memproduksi furniture misal kursi dan meja berbahan rotan. Selain itu ia juga membuat produk lain berupa rak, hingga ayunan bayi berbahan rotan.
Harga tiap produk mebelnya berbeda-beda, untuk kursi rotan misalnya, dijual mulai sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribuan.
Baca juga: Perilaku Suami Jadi Alasan Istri Menyiksa Anaknya: Bapak sibuk selingkuh, anak gak dipikirin
Baca juga: Mengenal Job Fair Legendaris di Pekalongan, Digerakan Kuli Bendo, Digelar Setiap Pagi
Baca juga: Sedang Berlangsung Babak I Skor 0-0 Bali United Vs Dewa United Liga 1 2022, Tonton Streaming di Sini
Sehari ia bisa memproduksi empat kursi berbahan rotan. Meski produk anyaman, ia menjamin kekuatan tali rotan tidak kalah dengan kayu, termasuk keawetannya.
"Untuk bahan baku tidak ada kendala. Masih tercukupi, " katanya.
Sebagaimana usaha lain, industri kerajinan rotan pun terpukul karena pandemi Covid 19. Ia merasakan permintaan kerajinan rotan menurun selama pandemi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/caption-bambang-warga-trangsan-sukoharjo-duduk-di-kursi-rotan-buatannya.jpg)