Berita Kudus
Ahli Purbakala Sangiran: Situs Patiayam di Kudus Harus Diperhatikan
Bukti potensi besar keberadaan situs purbakala di Kudus itu ditandai dengan adanya temuan-temuan fragmen maupun fosil masa purbakala
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Ahli dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Dody Wiranto, mengatakan Situs Purbakala Patiayam yang berada di Kudus memiliki potensi besar dan cukup lengkap perihal peradaban masa purbakala.
Oleh sebab itu dia berharap agar pemerintah daerah lebih serius dalam menata dan mengembangkan.
Bukti potensi besar keberadaan situs purbakala di Kudus itu ditandai dengan adanya temuan-temuan fragmen maupun fosil masa purbakala.
Tidak hanya fosil satwa, beberapa kali ditemukan fosil yang berasal dari tulang manusia purba.
Baca juga: Viral Video Diduga Oknum Polisi Diintimidasi Warga Saat Sedang Jalankan Tugas Memantau Rumah
Baca juga: Soal Jokowi Jadi Wapres, Pakar Tata Negara Unsoed: Tidak Elok, Nanti Ada Matahari Kembar
Koordinator Museum Purbakala Patiayam, Jamin, menyebutkan, saat ini fragmen purba yang ditemukan di situs Patiayam sudah mencapai 9 ribu lebih.
Fragmen-fragmen dari 17 spesies itu kini tersimpan di museum yang terletak di Desa Terban, Kecamatan Jekulo.
Fragmen tersebut setelah diidentifikasi berasal dari bagian tubuh satwa darat, rawa, bahkan moluska dari laut.
Bahkan ada juga temuan fosil dari manusia purba.
Kata Jamin temuan itu terjadi pada 1979 berupa tengkorak dan gigi geraham.
Kemudian pada 2017 ada temuan fosil yang diduga dari kaki kiri bagian atas dari hominid.
Dody memperkirakan, fosil manusia yang ditemukan di Patiayam tersebut hampir seusia dengan temuan yang ada di Sangiran.
Hanya saja belum bisa diidentifikasi jenisnya secara detail. Dugaannya bagian fosil manusia yang ditemukan itu dari jenis homo erectus.
"Sekitar 1,5 juta tahun yang lalu. Kalau di Sangiran 1,5 juta tahun yang lalu sampai 300 ribu tahun lalu kemudian mereka migrasi ke Jawa Timur," kata Dody dalam Sosialisasi Museum Situs Purbakala Patiayam di Hotel @Hom Kudus, Kamis (15/9/2022).
Potensi besar yang tersimpan di Situs Purbakala itu memang menuntut adanya perhatian serius. Perhatian itu diharapkan datang dari pemerintah daerah.
"Ini identitas Patiayam. Di sini lengkap sejarah awal budaya kalau kami kaji dari yang tua bisa semakin pintar. Ini yang menjadi kebanggaan kita, awal kebudayan Indonesia ialah salah satunya di Patiayam," kata Dody.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ahli-dari-BPSMP-Sangiran-Dody-WirantoO.jpg)