Breaking News:

Berita Semarang

Hendi Siapkan Berbagai Program untuk Tekan Laju Inflasi di Semarang Imbas Naiknya BBM

Pemerintah Kota Semarang berupaya menekan laju inflasi dampak dari naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Pemkot mulai menggeser anggaran

TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN 
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang berupaya menekan laju inflasi dampak dari naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Pemkot mulai menggeser anggaran sebesar dua persen untuk berbagai program yang dapat menekan laju inflasi. 

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, penggeseran anggaran ini sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo, dan semua kementerian.

Pemerintah daerah diperbolehkan menggeser dua persen anggaran baik yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK), dana alokasi umum (DAU), maupun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) menekan laju inflasi. 

"Programnya macam-macam, boleh subsidi tiket BRT, peruntukan seperti bantuan langsung tunai, boleh juga pembelian sembako dibagikan ke masyarakat," urai Hendi, sapaannya, Kamis (15/9/2022). 

Menurutnya, seluruh pihak saat ini tengah mendorong agar tidak terjadi laju inflasi yang tinggi di daerah masing-masing, terutama Kota Semarang. 

Program-program tersebut juga sudah mulai dilakukan di ibu Kota Jawa Tengah. Hendi menyebut, tarif BRT Trans Semarang tidak dinaikkan merupakan bagian dari menekan laju inflasi.

Selain itu, Pemerintah Kota Srmarang juga tengah menyiapkan sembako dalam jumlah banyak untuk didistribusikan kepada masyarakat terutama yang terdampak naiknya BBM, misalnya ojek online, ojek konvensional, nelayan, dan seluruh pelaku usaha yang memakai BBM. Dia memastikan, bantuan-bantuan yang disiapkan pemerintah tepat sasaran. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendapatkan bahan makanan dengan mudah dan murah. 

"Realisasi program sebagian sudah mulai. Dari Kemensos sudah mulai turun di Kantor apos. Sebagian sembako juga mulai kami dropping, BRT sampai hari ini tidak kami naikkan," 

Dia meminta seluruh pihak bisa memantau distribusi bantuan yang ada di Kota Semarang agar tepat sasaran. (eyf)

Baca juga: Polemik Pembangunan Pasar Babalan, Pedagang Tegas Tolak Pembangunan 

Baca juga: Eko Sopir Truk Jombang Ditemukan Tewas di Kabin Parkiran Terboyo Semarang

Baca juga: Pemkab Jepara Harap CFD di Jalan Kartini dan Mangunsarkoro Bisa Bersinergi Angkat UMKM

Baca juga: Pemkab Jepara Harap Penyuluh Pertanian Bisa Turut Andil Tuntaskan Kemiskinan

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved