Berita Jateng

Tujuh Kawasan Industri di Jawa Tengah Hasilkan 1.985 Ribu Ton Limbah B3 per Tahun

Tujuh Kawasan Industri di Jawa Tengah tercatat menghasilkan sebanyak 1.985 ribu ton limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) per tahun.

Penulis: hermawan Endra | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/Hermawan Endra
Acara sosialisasi pengolahan limbah B3 yang digelar di Semarang, Kamis (15/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Potensi pengolahan limbah di Jawa Tengah masih cukup besar. 

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, dari tujuh kawasan industri yang ada di Jawa Tengah tercatat limbah B3 yang dihasilkan mencapai 1.985 ribu ton per tahunnya.

Jumlah itu terdiri dari 616 ribu ton per tahun untuk limbah manufaktur, 55 ribu ton limbah agroindustri, limbah pertambangan energi 959 ribu ton, 354 ribu ton limbah jasa dan limbah fasyankes sebanyak 1.000 ton.

General Manager Perusahaan pengolah limbah bahan berbahaya beracun (B3) PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Yurnalisdel mengatakan, Semarang menjadi daerah dengan potensi pengolah limbah yang cukup besar di Jawa Tengah.

Pertumbuhan industri yang pesat berimbas pada jumlah limbah, termasuk jenis limbah B3 yang dihasilkan.

Karena berbahaya dan beracun, pengelolaan limbah B3 perlu melewati serangkaian proses, mulai dari tata cara penyimpanannya, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan, hingga penimbunan.

PPLI telah menjadi rujukan dalam pengolahan limbah industri.

Dalam gelaran sosialisasi pengolahan limbah B3 yang diselenggarakan di Semarang, PPLI menjadi satu-satunya yang diminta melakukan paparan pengolahan limbah yang benar dan memenuhi ketentuan regulasi pemerintah.

Senior Engineer Technical Support Manager PPLI Muhammad Yusuf Firdaus memaparkan teknis pengolahan limbah industri yang sudah berjalan 28 tahun.

“Kami paparkan mulai dari pengangkutan, uji laboratorium, pengolahan hingga penimbunan di landfill berstandar dunia,” ujar Yusuf pada acara sosialisasi pengolahan limbah B3 yang digelar di Semarang itu, Kamis (15/9/2022).

Dalam kegiatan yang dihadiri lebih dari 80 perwakilan kalangan industri di Kota Semarang tersebut, PPLI juga menjelaskan keberadaan unit insinerator terbesar di Indonesia dengan kapasitas hingga 50 ton perhari.

Perusahaan yang berpusat di Bogor, Jawa Barat tersebut mampu mengolah limbah industri hingga lebih dari 500 ton perhari.

Sosialisasi ini harapannya dapat membuka mata kalangan industri pentingnya mengelola limbah B3 secara benar dan profesional agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

Perusahaan asal negeri sakura Jepang ini memang dikenal sebagai perusahaan yang memegang komitmen kuat penyelamatan lingkungan.

Tidak hanya dalam pengolahan limbah, namun dalam kegiatan sosialnya juga berkaitan dengan penyelamatan lingkungan.

PPLI di Jawa Tengah memiliki kantor representatif di kawasan Industri Wijayakusuma. Kehadiran kantor representatif di Jawa Tengah ini diharapkan bisa mendekatkan PPLI dengan dunia industri yang ada di Kota Semarang dan sekitarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved