Berita Cilacap

Tanggapan Warga Cilacap Terkait Potensi Tsunami Setinggi 10 Meter Di Pesisir Selatan Jawa

Kabupaten Cilacap yang berada dipesisir selatan jawa berpotensi mengalami bencana tsunami lebih dari 10 meter akibat adanya pusat zona gempa atau mega

Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Penampakan Pulau Nusakambangan Cilacap. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Kabupaten Cilacap yang berada dipesisir selatan jawa berpotensi mengalami bencana tsunami lebih dari 10 meter akibat adanya pusat zona gempa atau megathrust.

Diperkirakan zona megathrust tersebut menyimpan energi yang bisa memicu gempa bumi dengan magnitude maksimal sampai 8,7 SR.

Hal itu disampaikan oleh Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG dalam sambutannya ketika membuka Sekolah Lapang Gempabumi di Cilacap pada (27/7) lalu.

Mengenai potensi bencana tsunami itu, bukan semata-mata ramalan namun merupakan hasil kaji BMKG secara scientific.

Berdasarkan kajian BMKG, Cilacap disebutkan menjadi wilayah yang beresiko paling besar jika dibandingkan dengan wilayah lain di pesisir selatan Jawa Tengah seperti Kebumen, Purworejo dan Wonogiri.

Mendengar adanya potensi tsunami setinggi  lebih dari 10 meter itu, Wono (42) warga Cilacap Selatan mengatakan bahwa ia sudah mendengar informasi tersebut dari televisi. 

Sebagai warga yang sejak kecil sudah bermukim di pesisir laut,  Wono tampak santai-santai saja menanggapi informasi itu.

Ia bahkan tidak memiliki perasaan takut sama sekali.

"Kemarin memang sempat ramai yah sepertinya, saya juga dengar dari televisi. Kalau saya sih biasa-biasa saja, tidak takut. Belum tentu kejadian soalnya," kata Wono kepada Tribunjateng.com Senin (19/9/2022).

Wono mengaku bahwa dirinya masih santai menghadapi potensi bencana tsunami tersebut lantaran nelayan-nelayan di Cilacap masih melaut dan beraktivitas seperti biasa.

Dikatakan Wono, bahwasanya nelayan di Cilacap seperti sudah memiliki feeling tersendiri dengan kondisi laut sekitar.

"Kalau nelayan itu peka, mereka tahu kalau ada tanda-tanda, jadi walaupun ada kajian, ada perkiraan kita tenang-tenang saja. Jadi kalau nelayan masih melaut ya kita santai-santai saja," ungkapnya.

Lebih lanjut Wono menceritakan mengenai tragedi bencana tsunami tahun 2006 lalu yang menimpa Pangandaran, Jawa Barat.

Diceritakan Wono bahwa ketika bencana tsunami terjadi di Pangandaran, gempa juga terjadi di Cilacap.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved