Berita Blora
Tak Ingin Terulang Lagi Kasus BLT BBM Disunat, Bupati Blora Undang Forkopimcam
Bupati Blora Arief Rohman tidak ingin kasus sunat BLT BBM terulang lagi dan berjanji akan menindak tegas.
Penulis: ahmad mustakim | Editor: raka f pujangga
"Benar, pada saat itu ada pencarian BLT. dari pencarian BLT itu, ada sejumlah 40 orang. 40 orang itu diminta iuran senilai Rp 20 ribu per orang oleh istri kepala Dusun. Kemudian, begitu kami konfirmasi, tujuannya adalah untuk melaksanakan bakti sosial dalam rangka posyandu ceria," jelasnya.
Pihaknya juga menegaskan, tidak ada biaya apapun yang dibebankan kepada keluarga penerima manfaat untuk bisa mengambil BLT itu.
"Kalau ada pungutan-pungutan yang disampaikan oleh siapapun, terkait masalah itu, maka itu adalah suatu kebohongan yang bisa juga merugikan yang bersangkutan. Dan silahkan laporkan kepada kita, nanti biar kita tindaklanjuti," tegasnya.
Diketahui sebelumnya, beredarnya video yang menunjukkan aksi pungli dilakukan oleh diduga istri Kadus Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung.
Masing-masing warga penerima BLT BBM dan Program Sembako ditarik Rp 20 ribu per orangnya.
Video berdurasi 2 menit 50 detik itu memperlihatkan seorang perempuan separuh baya meminta uang tersebut akan digunakan untuk biaya fotokopi berkas dan membeli minuman. (kim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-blora-saat-wawancara-blt-disunat.jpg)