Berita Kudus
Cerita Genta Angkat 21 Tema Kearifan Lokal Kudus Melalui Batik
Saat ini Batik Gentamas Kudussudah mengemas 21 tema batik kearifan lokal, dengan maksud agar Kabupaten Kudus dikenal luas kearifan lokalnya.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
"Meski belum ada yang kami patenkan, namun kami tetap akan berproses agar bisa terus maju," ujarnya.
Selama dua hari mengikuti Pasar Rakyat, beberapa produk Batik Gentamas Kudus laku terjual dengan harga lebih dari Rp 100 ribu per produk.
Genta berharap, Pasar Rakyat Kudus yang diikuti ratusan pelaku UMKM bisa diselenggarakan berkelanjutan untuk memfasilitasi pelaku usaha kecil di Kabupaten Kudus.
"Produk UMKM itu butuh branding, mengenalkan kepada masyarakat luas."
"Mudah-mudahan event seperti Pasar Rakyat ini sering diadakan untuk memajukan UMKM Kudus," tuturnya.
Sekda Kabupaten Kudus, Sam'ani Intakoris menerangkan, Pasar Rakyat ini merupakan program Bupati Kudus HM Hartopo dalam rangka memberikan fasilitas kepada UMKM.
Dia menyebut, ada sekira 300 UMKM yang mendasarkan produknya masing-masing di sepanjang Jalan Sunan Kudus hingga 26 September 2022.

Baca juga: Hadiah HUT ke-437: Sate Kebo, Parijoto, dan Joglo Pencu Tercatat Jadi Khas Kudus
Meski belum semua UMKM di Kudus terakomodir, dia berharap, UMKM dengan produk unggulan Kota Kretek bisa menjadi ujung tombak kebangkitan ekonomi masyarakat.
Mulai dari kuliner, fashion, hingga kerajinan-kerjinan daerah.
"Pasar Rakyat ini dalam rangka HUT ke-473 Kabupaten Kudus, usia yang cukup untuk bisa memajukan potensi daerah."
"Misalnya di bidang perdagangan, jasa, pertanian, industri, dan lainnya," kata dia kepada Tribunjateng.com, Jumat (23/9/2022).
Pihaknya mengajak semua masyarakat untuk mendukung program-program yang dicanangkan Bupati Kudus.
Termasuk program kegiatan yang menyasar UMKM agar bisa naik kelas.
"Pelaku UMKM tidak terlalu berdampak terhadap inflasi."
"Kami dorong bersama agar bisa terfasilitasi terus oleh pemerintah daerah."