Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Cerita Genta Angkat 21 Tema Kearifan Lokal Kudus Melalui Batik

Saat ini Batik Gentamas Kudussudah mengemas 21 tema batik kearifan lokal, dengan maksud agar Kabupaten Kudus dikenal luas kearifan lokalnya. 

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Owner Batik Gentamas Kudus, Dasa Genta Wati (46) terlihat berbagai produk kain batik di stand Pasar Rakyat Jalan Sunan Kudus, Jumat (23/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pelaku UMKM menjadi satu sektor yang bisa diandalkan untuk mendongkrak perekonomian daerah.

Utamanya UMKM yang mengangkat produk-produk lokal khas daerah masing-masing.

Di Kabupaten Kudus, sektor kuliner, fashion, hingga industri banyak diganderungi masyarakat.

Di bidang fashion, saat ini telah lahir berbagai pelaku usaha di dalamnya.

Baca juga: Pedagang Pasar Bitingan Kudus Keluhkan Kenaikan Harga BBM

Di antaranya adalah produk Batik Gentamas Kudus yang beromzet puluhan juta Rupiah per bulan dan dikenal hingga Kalimantan.

Owner Batik Gentamas Kudus, Dasa Genta Wati (46) mengatakan, sudah hampir dua tahun dia menekuni dunia perbatikan, mulai dari batik tulis, cap, shibori, printing, dan terbaru eco-print.

Ratusan produk sudah dihasilkan dibantu oleh empat karyawan.

Siapa sangka, produk-produk yang dihasilkan Gentamas Kudus sudah tembus ke beberapa kabupaten/kota.

Kini, omzet usaha yang ditekuni Dasa Genta mencapai Rp 45 juta perbulan.

"Selama pandemi Covid-19, para pelaku UMKM tidak ada pergerakan, susah kalau hanya mengandalkan pemasaran online."

"Tahun ini jadi momentum kebangkitan pelaku usaha kecil," terangnya kepada Tribunjateng.com, saat ditemui di stand Pasar Rakyat Kudus, Jumat (23/9/2022).

Dasa Genta mengatakan, kekuatan produk-produknya bertumpu dengan mengangkat kearifan lokal khas daerah di Kabupaten Kudus.

Baca juga: Hari Jadi Kabupaten Kudus, Bupati Hartopo Ziarah Makam Bupati Pendahulu

Baca juga: Momentum Hari Jadi Kudus, Bupati Optimistis Kudus Mampu Bangkit Berdaya Guna

Misalnya, motif batik khas Dukuh Kancilan, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, motif Air Terjun Kedung Gender, Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe, motif parijoto, tari kretek, dan beberapa kearifan lokal lainnya.

Dia menyebut, saat ini sudah mengemas 21 tema batik kearifan lokal, dengan maksud agar Kabupaten Kudus dikenal luas kearifan lokalnya. 

"Harapan saya, orang yang memakai batik produk ini bisa lebih mengenal berbagai kearifan lokal di Kudus."

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved