Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fokus

Fokus : Sambo, Polri, dan Pendekar Super Sakti

Kasus Ferdy Sambo, eks Kadiv Propam Polri terus menyita perhatian publik. Sejak kasus ini mencuat pertama kali, sepertinya tak sehari pun tanpa berita

Bram Kusuma
Galih Pujo 

Oleh Galih Pujo Asmoro

Wartawan Tribun Jateng

Kasus Ferdy Sambo, eks Kadiv Propam Polri terus menyita perhatian publik. Sejak kasus ini mencuat pertama kali, sepertinya tak sehari pun tanpa berita Sambo, termasuk di Tribun Jateng versi cetak dan online.

Bahkan, kasus Sambo bisa dikatakan selalu menghiasi halaman depan. Belum lagi di media sosial, entah sudah berapa kali Sambo jadi trending topik.

Namun ada hal yang bisa dipetik dengan kasus Sambo yang masih jauh dari ujung ini. Setidaknya, institusi Polri sekarang ini terus berbenah karena tak pernah berhenti disorot masyarakat.

Sekali ada persoalan yang melibatkan oknum anggota Polri, hampir pasti akan menyedot perhatian publik lebih besar dibanding sebelumnya.

Dan kemungkinan besarnya, nama Sambo akan selalu dikaitkan dengan kasus yang menimpa oknum Polri lainnya di kemudian hari.

Diakui atau tidak, sepertinya tidak ada kasus oknum anggota Polri yang lebih besar dibanding kasus Sambo.

Sebelumnya, mungkin kasus terbesar yang menyeret institusi Polri adalah Cicak Vs Buaya.

Namun dampaknya ke anggota Polri secara keseluruhan sepertinya tidak seperti kasus Sambo. Bukankah pernah ada video yang beredar, di mana saat anggota Polri melintas, warga meneriaikinya "Sambo, sambo, Ferdy Sambo"?

Banyak analisa menyebutkan mengapa kasus Sambo bisa sedemikian besar. Namun fakta yang paling jelas adalah upaya rekayasa di awal polisi tembak polisi ini. Ditambah lagi, keterlibatan oknum-oknum anggota Polri dalam upaya untuk membenarkan skenario Sambo yang banyak kejanggalan.

Kemudian, arus informasi sangat deras di media mainstream dan media sosial menjadikan kasus ini semakin menyedot perhatian.

Penanganan kasus Sambo sekarang ini akan terekam jelas di ingatan masyarakat kita ke depannya. Misal tidak ditahannya istri Sambo karena alasan kemanusiaan yang sudah dibandingkan dengan kasus serupa sebelumnya, sidang kode etik dengan putusan pemecatan, dan lain sebagainya. Nah hal semacam itu akan mengakar lama di ingatan masayrakat.

Hal yang paling mengkhawatirkan sekarang ini terkait Sambo adalah saat penanganan dan pengakuan Sambo sudah jujur sejujur-jujurnya, namun masyarakat tetap tidak bisa percaya.

Mungkin seperti yang dituliskan Nietzsche di Beyond Good and Evil, yakni What has shaken me is not that you lied to me, but that I no longer believe you. Yang mengguncangku bukanlah karena kamu membohongiku, tapi aku tak bisa lagi percaya padamu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved