Breaking News
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Manfaat Umbi Gadung, dari Obat Sifilis hingga Kusta

umbi dari tumbuhan ini akan menyebabkan muntah dan pusing bila tidak diolah dengan benar.

Editor: galih permadi
budi santoso/BKSDA Jateng
Manfaat Umbi Gadung, dari Obat Sifilis hingga Kusta 

Kandungan Fitokimia
Perkiraan komposisi umbi per 100 g bagian yang dapat dimakan adalah: air 78 g, protein 1,81 g, lemak 1,6 g, karbohidrat 18 g, serat 0,9 g, dan abu 0,7 g.

Berdasarkan berat kering, umbinya juga mengandung 0,2-0,7 persen diosgenin dan 0,044 % dioscorine; racun ini dapat menyebabkan kelumpuhan sistem saraf pusat.

Pati komersial yang diekstraksi dari umbinya mengandung 88,34 % pati, 5,28 % protein, 5,33 % serat, 0,23 % lemak, dan 0,66 % abu dan Sianida 362 ppm.

Manfaat
Kandungan Sianida pada umbi Gadung dikenal sangat beracun. Sepotong sebesar kepala tangan sudah cukup untuk membunuh pria dewasa dalam waktu 6 jam.

Efek pertama berupa rasa tidak nyaman di tenggorokan, yang berangsur menjadi rasa terbakar, diikuti oleh pusing, muntah darah, rasa tercekik, mengantuk dan kelelahan. Sementara itu Diosgenin dalam gadung dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pil pencegah kehamilan.

Kandungan dioscorin dalam gadung sangat beracun, kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk mencari ikan di sungai.

Meski beracun, parutan umbi gadung ini dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kusta, kutil, kapalan dan mata ikan.

Gadung (Discorea hispida) digunakan bersama Gadung cina (Smilax china L.) dipercaya efektif untuk luka-luka akibat sifilis.

Irisan umbi Gadung dapat dioleskan untuk mengurangi kejang perut dan kolik, menghilangkan nanah dari luka-luka, meringankan arthritis dan reumatik, dan untuk membersihkan luka binatang yang dipenuhi belatung.

Gadung juga telah dibuktikan dapat digunakan sebagai bioinsektidia dalam melawan hama walang sangit.

Sebaran
Meski jarang dibudidayakan, Gadung yang aselinya berasal dari India dan Cina selatan menyebar ke Asia Tenggara hingga New Guinea.

Di Indonesia Gadung dapat ditemukan secara liar di hampir seluruh penjuru negeri. Sementara itu di Kesatuan Hutan Konservasi Pati Barat, Gadung dapat ditemukan di Cagar Alam Gunung Celering di Jepara.

Penulis

Budi Santoso
KPHK Pati Barat

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved