Berita Banyumas

Peringati World Cleanup Day di Banyumas, Adakan Aksi Pungut dan Pilah Sampah

Momentum World Cleanup Day yang jatuh setiap tanggal 21 September diperingati Pemerintah Kecamatan Somagede hari ini, Jumat (23/9/2022)

Penulis: Imah Masitoh | Editor: Catur waskito Edy
Tribunjateng.com/Imah Masitoh
Aksi pungut dan pilah sampah dalam rangka World Cleanup Day di Kecamatan Somagede, Banyumas, Jumat (23/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Momentum World Cleanup Day yang jatuh setiap tanggal 21 September diperingati Pemerintah Kecamatan Somagede hari ini, Jumat (23/9/2022) dengan kegiatan bersih-bersih bersama. 

Merupakan instruksi langsung Bupati Banyumas, kegiatan ini diikuti berbagai elemen yang ada di Kecamatan Somagede.

Seperti Polsek Somagede, Koramil Somagede, Korwilcam Dindik Somagede, Puskesmas Somagede, Sekolah, dan desa-desa di wilayah ini. 

Camat Somagede Saptono mengatakan ada 2 bentuk aksi kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperingati World Cleanup Day ini.

Aksi pertama yakni pemungutan sampah-sampah di lingkungan Kecamatan Somagede, kemudian pemilahan sampah-sampah yang ada. 

"Titik kumpul di Kecamatan Somagede, kita adakan apel koordinasi sebentar lalu kita jalan sembari memunguti sampah dan juga mengedukasi masyarakat mengenai pemilahan sampah," jelasnya. 

Menurutnya masyarakat cukup perduli dengan kebersihan di lingkungannya. Terbukti saat petugas pemerintah setempat berjalan dengan aksi pungut sampah banyak warga yang membantu memunguti sampah dijalan. 

Hanya saja belum semua warga paham cara memilah sampah dengan benar. Dalam aksi kebersihan ini, petugas memberikan edukasi pemilahan sampah organik dengan sampah anorganik. 

Sampah organik merupakan sampah yang mudah terurai dapat diolah kembali menjadi pakan ternak, biogas, hingga pupuk. 

Sementara sampah anorganik inilah yang perlu menjadi perhatian. Sebab sampah anorganik butuh waktu yang cukup lama untuk dapat terurai. 

Namun sampah anorganik ini bisa dimanfaatkan kembali karena memiliki nilai ekonomis bila dikembangkan menjadi produk baru yang dapat dipakai kembali. 

"Kita pungut sampah ini kemudian dipilah sampah organik dan anorganik. Lalu sampah anorganik diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup," kata Camat Saptono. 

Momentum ini juga, pihak Pemerintah Kecamatan memberikan instruksi langsung kepada seluruh desa untuk membersihkan lingkungannya.  

Camat menghimbau kepada masyarakat terkait kebersihan dan pola hidup sehat nantinya akan berlanjut setiap saat tidak hanya pada World Cleanup Day ini saja. 

"Lingkungan yang bersih dan sehat otomatis bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat juga baik dilingkungan desa maupun Kecamatan," pungkasnya. (ima)

Baca juga: Syarat Penerima UHC yang Dibiayai APBD Kota Semarang Diperketat

Baca juga: Peradi Semarang Tawarkan Bantuan Hukum pada Yosep Parera dan Eko Suparno

Baca juga: Digosipkan Jadi Selingkuhan Reza Arap, Rossa Masih Simpan Barang Milik Mantan Suami di Rumahnya

Baca juga: Wapres Resmikan Renovasi Masjid Baiturrahman Semarang, Minta Masjid Tidak Hanya Sebagai Tempat Salat

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved