Berita Semarang

Syarat Penerima UHC yang Dibiayai APBD Kota Semarang Diperketat

Syarat penerima program universal health coverage (UHC) yang dibiayai oleh APBD Kota Semarang diperketat.

TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN 
Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Syarat penerima program universal health coverage (UHC) yang dibiayai oleh APBD Kota Semarang diperketat.

Hal itu usai adanya temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adanya penerima UHC yang tidak tinggal di Kota Semarang 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, persyaratan penerima program UHC sebelumnya hanya ber-KTP dan KK Kota Semarang.

Saat ini, persyaratan ditambah dengan surat pernyataan domisili. Jadi, selain menyertakan KTP dan KK penerima program UHC dari Pemerintah Kota Semarang harus memiliki surat domisili menerangkan bahwa yang bersangkutan benar-benar tinggal di Semarang. 

"Kami kemarin ada temuan dari BPK. Penerima memiliki KK dan KTP Kota Semarang, tapi domisilinya di luar kota. Dia tidak mutasi. Akhirnya, jadi temuan," terang Hakam, Jumat (23/9/2022). 

Setelah ditelusuri dari laporan RT dan RW, lanjut Hakam, warga bersangkutan telah dinonaktifkan alias tidak tinggal di Semarang. Hanya saja, warga tersebut masih ber-KTP Kora Semarang. 

"Jadi, selama masih aktif di Semarang, ber-KTP Semarang, itulah yang dibayarkan oleh kami. Maka, kami tambah surat keterangan domisili," jelas Hakam. 

Lebih lanjut, Hakam membeberkan, Pemerintah Kota Semarang telah menganggarkan UHC hingga akhir 2022 sekitar Rp 123 miliar. Dengan anggaran tersebut, Pemkot membiayai UHC untuk 107 ribu warga. 

Pihaknya berusaha terus menyingkronkan data dengan Dinas Sosial terkait penerima program UHC ini mengingat data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial teris mengalami perubahan aetiap bulan. 

"Jadi, kata-kata UHC itu kan ada yang dibiayai APBN, APBD, atau mandiri. Warga Semarang yang sudah memiliki asuransi kesehatan ini mencapai 98,87 persen. Yang dibiayai APBD itu ada 107 ribu orang," urainya. 

Menurutnya, persentase kepesertaan asuransi kesehatan di Kota Semarang menurun dari semula 99,01 persen menjadi 98,87 persen. Penurunan itu terjadi lantaran data penduduk di Kota Semarang pada semester pertama 2022 naik dari semula 1,60 juta jiwa menjadi 1,66 juta jiwa. (eyf)

Baca juga: Peradi Semarang Tawarkan Bantuan Hukum pada Yosep Parera dan Eko Suparno

Baca juga: Digosipkan Jadi Selingkuhan Reza Arap, Rossa Masih Simpan Barang Milik Mantan Suami di Rumahnya

Baca juga: Wapres Resmikan Renovasi Masjid Baiturrahman Semarang, Minta Masjid Tidak Hanya Sebagai Tempat Salat

Baca juga: Petaka Hadiah Penalti Wasit, Persela Lamongan Kalahkan Persipa Pati 2-1, Ini Kata Nazal Mustofa

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved